Imigrasi Medan Deportase 39 WNA dan Tolak 214 Orang Masuk Indonesia

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Fery Monang Sihite, kepada wartawan memaparkan Laporan Capaian Kinerja Tahun 2017‎. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Fery Monang Sihite mengemukakan, ada sebanyak 214 Warga Negara Asing (WNA) ditolak masuk ke Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara Kualanamu Internasional Airport, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Penolakan dilakukan terhadap 214 orang WNA di Bandara Kualanamu, dimulai sejak Januari hingga 9 Desember 2017,” ungkap Fery Monang Sihite, kepada wartawan dalam jumpa pers Laporan Capaian Kinerja Tahun 2017 di Kantor Imigrasi Medan, Selasa (19/12/2017).

Disebutkan Fery Monang Sihite, alasan penolakan dilakukan, disebabkan ke-214 WNA itu tidak memiliki return tiket untuk kembali ke negaranya. Tidak ada paspor yang akan menjamin keberadaan WNA tersebut, selama di Medan. Kemudian, tidak memiliki Visa untuk melakukan kegiatan tertentu. ‎”Ada menggunakan visa bebas, tapi bukan berkunjung menghasilkan devisa bagi negara. Malah mencari kerja. Ini menjadi perhatian khusus kita,” tegasnya.

Sedangkan, dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2017,‎ juga ada sebanyak 39 orang WNA di deportase, dengan perincian laki-laki berjumlah 33 orang dan perempuan 6 orang. “Deportase dilakukan, karena melanggar keimigrasian,” pungkas Fery.

Untuk WNA yang terbanyak di deportase, urutan pertama berasal dari Negara Malaysia 12 orang, China 12 orang dan Nepal 3 orang. Sedangkan, tindakan pro justitia sejak Januari hingga 18 Desember 2017 sebanyak 5 orang, dengan perincian 4 WNA asal Nepal dan 1 orang dari Thailand, yang juga melakukan pelanggaran keimigrasian,” papar Fery Monang Sihite. (kn-m07)

Related posts