Hak Politik Irman Gusman Dicabut, Mantan Ketua DPD RI Ini Dibui 4,5 Tahun Penjara

Irman Gusman, memakai baju tahanan KPK.

KarakterNews.com – JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi, memvonis hukuman 4 tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp200 juta subsidair 3 bulan terhadap mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Irman Gusman, terkait kasus suap pembelian gula impor.

Berdasarkan informasi diperoleh, Kamis (2/3/2017), bahwa sesuai fakta dan pertimbangan selama persidangan, Irman Gusman diyakini terbukti bersalah menyalahi wewenang dan menerima uang suap sebesar Rp200 juta dari Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandi Sutanto dan istrinya Memi.

“Mengadili, menyatakan bahwa terdakwa Irman Gusman, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata Ketua Majelis Hakim Nawawi Pamulango, ketika membacakan amar putusan di pengadilan, pada Senin (20/2/2017) lalu.

Baca Juga:  Kasus Irman Gusman Landasan Perkuat Kewenangan DPD RI

Disamping hukuman penjara, majelis hakim juga mencabut hak politik Irman Gusman untuk dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun, terhitung sejak selesai menjalani pidana pokok. “Pencabutan hak politik ini demi hak masyarakat luas, sebab wakil rakyat merupakan amanah dan harus menjauhkan dari perbuatan yang melanggar undang-undang,” tegas Hakim Nawawi Pamulango.

Selain itu, putusan ini juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan mantan legislator dua periode ini, yang memberatkan menurut hakim adalah perbuatan Irman Gusman bertentangan dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD RI, tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi dan tidak mengakui perbuatannya dalam persidangan.

Sedangkan yang meringankan, Irman Gusman (Politisi asal Sumatera Barat), diyakini tidak pernah dihukum, menyesal dengan perbuatannya dan punya tanggung jawab keluarga. “Terdakwa mengaku menyesal dan minta dihukum seringan-ringannya,” ucap Hakim Nawawi.

Baca Juga:  Dedi Iskandar : DPD Tak Beri Pendamping, Tapi Bentuk Tim Kajian Kasus Irman Gusman

Saat dipersilahkan untuk mengajukan banding atas putusan hakim, terdakwa Irman Gusman dan Jaksa KPK menyatakan akan menimbang selama tujuh hari ke depan. “Jaksa dan terdakwa akan mempertimbangkan putusan selama tujuh hari ke depan,” ungkapnya.

Usai persidangan saat ditemui awak media, Irman Gusman mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya. “Saya meminta maaf, jika ada yang salah. Ini jadi pelajaran bagi saya ke depan,” tuturnya dengan suara parau.

Sekedar diketahui, hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman, sebenarnya lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yakni 7 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 5 bulan. Tuntutan Jaksa KPK merujuk pada pasal 12 huruf b UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). (kn-m07)

Related posts