November 23, 2017

Fraksi PKB Prihatin Perkembangan Syiar Al Qur’an

Jazilul_resizeKarakternews.com – Anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa prihatin terhadap perkembangan syiar Al Quran saat ini. Padahal, semangat mensyiarkan Al Quran seharusnya lebih ramai dari konser musik. Kalau dahulu, ada haflah tilawatil Quran orang-orang berbondong-bondong datang, sekarang ini berkurangnya syiar Al Quran karena tidak ada pembibitan yang baik. Sehingga dalam event perlombaan Musabaqoh Hifdzul Quran maupun Musabaqoh Tilawatil Quran kurang meriah.

Ungkapan ini dikemukakan Jazilul Fawaid (foto), pada acara musyawarah IKAPTIQ (Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran), yang berlangsung kemarin di Jakarta.

Terkait hal tersebut, Jazilul Fawaid selaku Wakil Rakyat dari PKB ini meminta IKAPTIQ memimpin korps alumni penghafal Quran tersebut. “Saya bukan ketua, saya ingin sama-sama bekerjasama. Dan bekerjasama tentunya harus ada yang mengkoordinir, maka ketika diminta hal ini tentu saya bersedia untuk kita sama-sama mensyiarkan Al Quran,” imbuhnya di depan ratusan alumni PTIQ dari berbagai daerah.

Nantinya, peran IKAPTIQ akan lebih menggemakan syiar Al Quran. “Kita bikin lagi gerakan maghrib mengaji untuk anak-anak kita, seperti tradisi terdahulu, ada khataman Quran 30 juz setiap tiga bulan sekali,” sebut Jazilul, seraya mengemukakan, PTIQ merupakan satu-satunya kampus di Jakarta yang sudah banyak mencetak Sarjana yang hafal Al Quran.

Sejak didirikan pada tahun 1971, banyak alumni yang telah berkiprah di masyarakat dengan berbagai profesinya di seluruh wilayah Indonesia. “Ini juga potensi besar, Alumni kita ada dimana-mana dan banyak memiliki jamaah di tempatnya masing-masing. Tentu ini menjadi peran penting para alumni dalam memfilter masuknya ideology transnasional yang mengoyak keutuhan NKRI,” ungkap Jazilul Fawaid. (kn-m08)

Related posts