February 21, 2018

Erry Nuradi : ‘Saya Berakhir 17 Juni, Sosok Plt Gubsu Pilihan PP’

Gubernur Sumatera Utara, Dr Ir H Tengku Erry Nuradi. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Menghadapi Tahun Politik ini, Provinsi Sumatera Utara akan menggelar Pilkada Serentak 2018 (Pemilihan Bupati/Walikota) dan Pemilihan Gubernur) pada 27 Juni 2018 mendatang.

Gubernur Sumatera Utara, Dr Ir H Tengku Erry Nuradi mengharapkan sosok Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) yang bakal menggantikan dirinya merupakan yang terbaik pilihan pemerintah pusat (PP).

“Jabatan saya berakhir pada tanggal 17 Juni 2018, maka setelah itu baru Plt. Itu berada pada kewenangan Kemendagri, kalau Plt Gubsu itu harus Keppres, sementara Bupati/Walikota cukup Kemendagri,” ungkap Tengku Erry Nuradi kepada wartawan, seusai meresmikan gedung Inspektorat yang baru di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Jumat (26/1/2018).

Baca Juga:  'Polisi Kita Sumut' Diluncurkan, Kata Kapolri : Pelayanan Ini Harus Dirasakan Masyarakat

Diakui Erry Nuradi, dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menilai pilihan dari pemerintah pusat yang akan menunjuk sosok Plt Gubsu. “Tentu saya pada kapasitas tidak bisa menilai pemerintah atasan, itu etika birokrasi. Namun, kami yakin bahwa pemerintah atasan pasti bisa memikirkan yang terbaik bagi provinsi yang ada di Indonesia, apalagi yang berhubungan dengan Pilkada,” ujarnya.

Apalagi, kata Erry Nuradi, Provinsi yang menggelar Pilkada itu ada yang pada posisi harus mendapat perhatian besar, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumut, Jawa Tengah. Sehingga harus ada pertimbangan khusus dari pemerintah pusat untuk menunjuk sosok Plt Gubernurnya. “Saya mohon maaf, tidak bisa memberi penilaian terhadap pemerintah atasan, karena pasti mereka itu memiliki kebijakan penilaian yang cukup baik,” ucapnya.

Baca Juga:  Pra Musrenbang Dibuka, Kata Gubsu : Pemda Harus Bersinergi

Begitu pun, Erry Nuradi berharap siapapun yang menjadi Plt Gubsu, dapat melanjutkan program pemerintahan yang sudah berjalan. “Kepala daerah boleh berganti, Kepala SKPD juga boleh berganti, tapi pemerintahan tetap harus berjalan. Saya harap kalau ada program yang baik harus dilanjutkan,” pungkasnya.

Sebelumnya kepada wartawan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan bahwa pengangkatan pejabat Polri memang dimungkinkan sebagai Plt Gubsu. Alasannya, mengantisipasi potensi kerawanan dalam Pilkada di daerah tersebut. “Daerah yang diidentifikasi rawan konflik, menurut saya tepat kalau Polri,” ujarnya.

“Belum ada keputusan resmi pengangkatan Plt, karena hingga saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo. Belum ada keputusan, belum keluar Keppresnya,” ungkap Mendagri.

Baca Juga:  Pimpin Sumut, Erry Nuradi - Brigjen (Purn) Hj Nurhajizah Bakal "Berkolaborasi"

Sedangkan Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul menyebutkan kepada media ada dua perwira tinggi (Pati) Polri yang disiapkan menjadi Plt Gubernur, masing-masing Irjen Pol M Iriawan untuk Jawa Barat dan Irjen Pol Martuani Sormin untuk Sumatera Utara. (kn-m07)

Related posts