Erik Satrya: HANURA Belum Putuskan Pendamping Tengku Erry

erik satryaKarakterNews.com – Menjelang penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Ir. H. Tengku Erry Nuradi sebagai Gubernur Sumut, salah satu partai pendukung pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi mengaku belum memutuskan nama calon pendamping Tengku Erry melanjutkan pemerintahan periode 2013-2018.

“Sampai ini belum ada penetapan calon Wagubsu dari DPP Partai Hanura, jadi jika ada pernyataan Ketua DPD Partai Hanura Sumut yang menyebutkan dua nama sebagai calon wagubsu, menyalahi prosedur dan mekanisme Partai Hanura,karena kewenangan itu ada di DPP,” kata Ketua Bidang Eksekutif DPP Partai Hanura yang juga Ketua Tim Pemenangan Pilkada, Erik Satrya Wardhanasaat ditelpon wartawan, Kamis (14/4/2016).

Baca Juga:  Infrastruktur dan Pariwisata di Mandailing Natal Harus Jadi Perhatian

Erik menambahkan, pernyataan Ketua DPD Partai Hanura Sumut, Zulkifli Efendi Siregar yang menyebutkan bahwa Rinawati Sianturi dan Robby Anangga menjadi calon Wakil Gubsu kepada wartawan usai rapat Paripurna Laporan reses DPRD Sumut, Senin (4/4/2016) lalu adalah keteledoran. Menurutnya, pernyataan Zulkifli telah menimbulkan efek negatif di tubuh partai.

“Untuk mencalonkan nama-nama calon Kepala Daerah maupun Wakilnya harus melalui mekanisme. Kan semua menggunakan tahapan-tahapan, dari tahap penjaringan, , lalu tahap seleksi dan penetapan, Ketua DPD sifatnya merekomendasikan sejumlah nama-nama berdasarkan kualifikasi kader-kader terbaik Partai Hanura, dan dalam proses penjaringan kita juga akan meminta masukan termasuk Partai Pendukung lain dan pak Tengku Erry sendiri,” tegas Erik.

Baca Juga:  DPD KNPI Donasi Buku ke Rumah Bacaan di Sumatera Utara

Erik juga membantah pernyataan Zulkifli yang lain bahwa dua nama yang direkomendasikan ke DPP Partai Hanura tersebut merupakan kader terbaik. Ia mengatakan masih banyak kader Hanura terbaik lainnya.

“Kami meminta agar kader Partai Hanura di Sumatera Utara untuk tidak termakan riak-riak pernyataan yang bisa merugikan nama besar Partai. Apalagi dengan menjual nama Ketua Umum DPP Partai Hanura, Bapak Wirato. Sampai saat ini Parta belum ada mengeluarkan Surat Keputusan mengenai calon Wakil Gubernur Sumut,” ujar Erik.(rv-17)

Related posts