Era Globalisasi, Pemberontakan Terjadi Dalam Bentuk Lebih Modern

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi diabadikan bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto, Kabinda Sumut Brigjen TNI Sungkono dan lainnya.
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi diabadikan bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto dan Kabinda Sumut Brigjen TNI Sungkono serta lainnya.

KarakterNews.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi M.Si menghimbau seluruh lapisan masyarakat tetap lakukan antisipasi terhadap ancaman pemberontakan yang bisa merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila.

“Rongrongan datang bukan dalam bentuk pemberontakan senjata, tapi melalui faham, ideologi, budaya, seni bahkan melalui fashion tertentu yang dapat meruntuhkan rasa nasionalisme generasi muda,” kata Tengku Erry Nuradi, saat jadi Inspektur Upacara (irup) peringatan Hari Kesaktian Pancasila, berlangsung di monument pahlawan revolusi Letda Sujono di areal PTPN-III Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (1/10/2016).

Upacara Hari Kesaktian Pancasila tersebut dihadiri Wakapolda Sumut Brigjen Pol Adhi Prawoto, Kabinda Sumut Brigjen TNI Sungkono, Ketua PKK Sumut Ny Evi Diana Erry, mewakili TNI AD, TNI AU, TNI AL, anggota DPRDSU, DPRD Simalungun dan ribuan masyarakat.

Gubernur Sumut Erry Nuradi menuturkan, gugurnya Letda Sudjono tidak diartikan mempertahankan keberadaan lahan PTPN dari rongrongan dan keganasan antek-antek PKI pada tahun 1965, tapi lebih mempertahankan marwah dan martabat NKRI sebagai negara yang berdaulat.

“Kita mengetahui, tewasnya Letda Sujono saat meninjau lahan PTPN yang coba digarap oleh orang-orang komunis. Perjuangan terbesar almarhum adalah mempertahankan ideologi Pancasila yang coba dirongrong melalui penguasaan lahan. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda akan ancaman pemberontakan dari kaum sendiri,” ujar Erry Nuradi.

“Hingga saat ini, pemberontakan yang menewaskan Letda Sujono terus terjadi, namun dalam bentuk yang lebih modern di era globalisasi. Pihak yang tidak ingin Indonesia berdaulat penuh mencoba merongrong lewat berbagai macam cara, termasuk lewat budaya, seni bahkan melalui mode pakaian. Karenanya, generasi muda yang suka hura-hura dan mendewakan kehidupan glamour adalah korban dari rongrongan budaya,” demikian diharapkan Gubernur Sumut. (kn-m08)

Related posts