September 23, 2018

DJOSS Raih 57%, Jajak Pendapat Di Laman FB DPD KNPI Medan “Hilang”

KarakterNews.com – MEDAN – Jajak pendapat berupa angket untuk netizen pengguna media sosial (medsos) Facebook (FB), yang digelar oleh laman Facebook DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Medan, dengan objek pilihan ERAMAS dan DJOSS berakhir anti klimaks, survey itu tiba-tiba hilang dari laman, yang diduga karena ditutup pembuatnya, pada Selasa (26/6/2018), sekitar jam 13.30 WIB.

Awalnya, DPD KNPI Kota Medan yang di profilnya terpampang foto El Adrian Shah selaku Ketua, dan Edi Saputra ST selaku Sekretaris, sejak Senin (25/6/2018), pukul 17.52 wib, menggulirkan jajak pendapat.

“Tentukan PILIHAN saudaraku, Unt Menetukan Masa Depan SUMUT. Caranya Gampang, Pencet Salah #Satu GAMBAR CALON dibawah ini:”

Baca Juga:  Partai Demokrat S14P Menangkan Eramas di Pilgubsu 2018

Informasi diperoleh dari pegiat media sosial, Eko Marhaendy, 8 jam menjelang berakhirnya angket ini, ERAMAS dipilih oleh 57% dari 1.200 pemilih, sementara DJOSS 43%.

Namun semakin viralnya jajak pendapat tersebut, para pengguna media sosial Facebook yang merupakan kelas intelektual cerdas, tampaknya mulai menampilkan pilihan rasionalnya. Hanya 6 jam sebelum jajak pendapat berakhir, DJOSS berbalik unggul menjadi 55% dengan voters sekitar 1.800 netizen,” ungkap Eko, Selasa (26/6/2018) sore.

Semakin mendekat waktunya berakhir, DJOSS makin disukai netizen. 5 jam menjelang penutupan, DJOSS meraih 57% dari 4.000-an pemilih. “Ini tentunya jumlah yang sangat besar dibandingkan responden lembaga-lembaga survey yang hanya mengakumulasi pandangan 800-an responden,” ujar Eko, yang juga alumni UIN Sumatera Utara.

Baca Juga:  Pedagang Pasaraya MMTC, 'Itu Djoss, Sihar Sitorus Itu, Wakilnya Pak Djarot'

Secara terpisah, pegiat sosial bernama Khairunisa menyatakan bahwa ketika angka 57% untuk kemenangan DJOSS bertahan hingga satu jam lamanya, tiba-tiba angket tersebut hilang, raib. Hal ini dibuktikan dari screenshot yang dikirimkan Khairunisa.

Sementara, Muhammad Asrul, seorang netizen yang sejak awal mengikuti jajak pendapat itu tak dapat menutupi kekesalannya karena dihapuskannya jajak pendapat itu oleh DPD KNPI Kota Medan.

Kondisi ini jelas menunjukkan bahwa Tim ERAMAS hanya siap menang, tidak siap kalah. Sama sekali tak punya kompetensi, baik pemimpin maupun tim horenya,” sebut Asrul.

Hingga berita ini update, belum diperoleh keterangan resmi dari KNPI Kota Medan terkait “hilang” jajak pendapat tersebut. (kn-m08)

Related posts