February 24, 2018

Dituding “Meras” Driver, Ini Jawaban CEO Go-Jek

Karakternews.com – Megume Martiani, melalui akun Facebooknya mengunggah kekesalan terhadap Go-Jek. Pasalnya, ojek berbasis online ini diduga memeras suaminya, selaku driver Go-Jek. “Tiba-tiba tengah hari suami saya BBM (blackberry messenger) bahwa dia kena suspend dan diminta untuk bayar ganti rugi senilai Rp 3,9 juta. Alasannya, karena membuat bookingan fiktif atau palsu,” tulis Martiani yang dikutip dari laman Liputan6.com, Rabu (2/12/2015).

Kata Martiani, penghasilan suaminya tidak sebesar itu. Sehingga dia yakin bahwa tuduhan palsu pada suaminya itu hanya untuk memeras para pengemudi Go-Jek. Unggahan tersebut dilengkapi dengan 6 foto bukti pesan elektronik, berisi permintaan Go-Jek agar para drivernya melunasi sejumlah uang. Tulisan itu sudah mendapat 10 like, 12.789 shares dan komentar para facebookers.

Lebihlanjut dibeberkan Martiani, ada sekitar 9 ribu driver juga mengalami hal yang sama, bahkan beberapa driver yang baru bergabung pun diminta untuk membayar puluhan juta. “Beberapa driver yang baru join 2 bulan, diminta ganti rugi sampai Rp 92 juta. Beberapa ada yang diminta Rp 20 juta, dan jumlah lainnya yang tidak masuk akal. Bukan hanya itu saja, dan bukan hanya di Jakarta, di Bandung, Bali pun kejadian yang sama,” ungkapnya.

Usaha untuk meminta penjelasan, kata Martiani, menemui jalan terjal. Saat mendatangi Kantor Go-Jek, para driver dihadang pihak keamanan. Kemudian, yang memaksa masuk malah disita motornya. “Bagi mereka yang mau ke luar dari Go-Jek pun menemui jalan buntu. Sebab, dokumen asli seperti KTP, ijazah, atau surat nikah ditahan perusahaan sebagai syarat kerja sama. “Kepada pihak perusahaan. Terutama perusahaan Go-Jek, Tolong, bagaimanapun yang terjadi di internal perusahaan, jangan limpahkan ini ke karyawan,” ucapnya pungkas.

Terkait masalah ini, CEO Gojek Nadiem Makarim menjelaskan, selama 2 bulan belakangan setiap hari mendapat keluhan dari para pengemudi terkait banyaknya pengemudi lain yang berbuat curang. “Ada puluhan komplain dari driver jujur mengenai banyaknya rekan Go-Jek yang menyalahgunakan subsidi perusahaan dengan membuat ratusan order fiktif dengan akun palsu,” tulisnya dalam siaran pers.

Sehingga, para driver yang sudah bekerja keras dan jujur kecewa dengan tindakan para driver nakal itu. Apalagi tidak ada sanksi dari perusahaan. Setelah mendapat pengakuan itu, kata Nadiem, Go-Jek telah melakukan pengolahan data selama 1 bulan. Akhirnya, ditemukan ada 7.000 pengemudi se-Indonesia yang melakukan order fiktif. “Mereka tidak mengambil order nyata, tapi menerima pendapatan jutaan per bulan, sehingga perusahaan memberhentikan sementara para driver curang itu,” sebutnya

“Go-Jek telah mengamati hal ini cukup lama dan memiliki bukti kuat terhadap setiap individu terkait. Kami telah memberikan peringatan beberapa kali bahwa Go-Jek tidak akan pernah mentolelir kecurangan ini,” kata Nadiem, seraya memberikan kesempatan kepada para driver nakal untuk mengembalikan uang penipuan itu sebagai tanda komitmen bila masih ingin bekerja sebagai driver Go-Jek. (kn/j-07)

Related posts