Dita dan Puji Bersama 4 Anaknya Terduga Bom Bunuh Diri di Surabaya, Ini Cerita Tetangga

Foto Keluarga, Dita Oepriarto bersama istrinya, Puji Kuswanti dan keempat anaknya, dua laki-laki serta dua perempuan, terduga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. (ist)

KarakterNews.com – SURABAYA – Satu unit rumah yang didatangi personil Densus 88, merupakan rumah Dita Oepriarto, berlokasi di Wonorejo Asri, Rungkut, dan rumah yang dihuni satu keluarga terduga pelaku bom bunuh diri di tiga lokasi di Surabaya.

Rumah tersebut milik Dita, yang dihuni bersama istrinya, Puji Kuswanti dan ke-empat anaknya, dua laki-laki dan dua perempuan.

Seorang tetangga Dita Oepriarto bernama Unjung Susilo, warga blok J, menuturkan rasa kaget dan terkejut. Unjung tidak mengira, kalau sosok Dita yang dikenalnya sebagai orang yang santun dan ramah kepada warga itu menjadi terduga pelaku pengeboman di Surabaya.

“Terakhir, saya ketemu Dita kemarin, pulang dari mushola. Beliau (Dita) selalu menyapa, setelah itu tidak berbicara banyak. Tapi selalu menyapa,” ungkap Unjung, seperti dilansir detikcom, Minggu (13/5/2018).

Baca Juga:  Tiga Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Mabar, Terancam Hukuman Mati

Dikatakan Unjung, Dita bersama keluarganya menempati rumah di blok K/22 A sejak tahun 2010. “Dita itu diketahui bekerja sebagai distributor obat herbal. Untuk kesehariannya, tak melihat ada yang mencurigakan dari sosok Dita. Bahkan, dari cara berpakaiannya biasa, tak ada yang mencurigakan. Kalaupun ada tamu, Dita selalu menemui di teras atau di dalam rumah, tapi pintu tetap terbuka,” sebutnya.

Kalau Dita keluar rumah, disebutkan Unjung, kedua anak laki-lakinya yang bernama Fadil dan Firman selalu berboncengan menuju ke mushola. Kalau istrinya jarang keluar, tapi tidak mencurigakan. Nggak pakai cadar juga, yang sering keluar adalah kedua anaknya yang perempuan, main sepeda keliling komplek,” paparnya.

Baca Juga:  Soal Jenazah Bom Bunuh Diri, Keluarga Inginkan Puji Dimakamkan di Surabaya

Jika tamu yang sering mengunjungi, dikemukakan Unjung, dirinya tidak melihat hal-hal yang aneh. Setiap hari selalu ada tamu, dan tidak pernah ada pertemuan atau pengajian. Ada beberapa tamunya yang menggunakan cadar, ada juga yang berpakaian normal,” ungkapnya. (dtk.c/kn-m10)

Related posts