December 17, 2017

Diskusi Panel di Kampus FK UISU, Kata Menkes RI : Pemerataan Tenaga Dokter Untuk 5 Spesialis

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F. Moeloek diskusi panel di Kampus FK UISU.

KarakterNews.com – MEDAN – Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Nila F. Moeloek menuturkan, Kementerian Kesehatan telah membentuk Komite Penempatan Dokter Spesialis (KPDS) sebagai langkah mempercepat pendistribusian dokter spesialis ke seluruh daerah di Indonesia.

“Dari data Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) per 31 Desember 2015, jumlah dokter spesialis dan dokter gigi spesialis yang terdaftar STR di KKI sebanyak 29.665 orang. Kalau dihitung berdasarkan rasio spesialis adalah 12,7 per 100 ribu penduduk melebihi target rasio yang ditetapkan yaitu 10,2 per 100 ribu penduduk,” kata Menkes RI, Nila DF Moeloek, pada Diskusi Panel 5 Tahun Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), berlangsung di Gedung Fakultas Kedokteran UISU Jalan STM Medan, Sumatera Utara, Sabtu (18/2/2017).

Baca Juga:  Rektor Optimis Perpustakaan UISU Bisa Maju & Berkembang

Kata Menkes, terdapat disparitas yang cukup besar antar Propinsi, dimana rasio dokter spesialis tertinggi berada di kota besar seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Bali, sedang rasio terendah terdapat pada NTT, Sulbar dan Maluku Utara.

Kemenkes telah melakukan berbagai upaya untuk mendistribusikan dokter spesialis ini. Diantaranya melalui pemberian bantuan pendidikan (Tubel), mekanisme PNS, PTT, penugasan khusus bagi residen, dan penempatan pasca Tubel PPDS. Namun, berbagai upaya itu masih belum mampu mengurangi disparitas dokter antar propinsi.

Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek bersama Dirut BPJS Kesehatan, Prof dr Fachmi Idris foto Rektor UISU Prof Ir Mhd Asaad dan Pembantu Dekan II FK UISU dr Indra Janis, MKT, seusai Diskusi Panel di Kampus Fakultas Kedokteran Jalan STM, Medan.

Karena itulah, pada tahun 2017 ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan melaksanakan program pemerataan layanan dokter spesialis, dan untuk mensukseskan program ini, masih dibutuhkan sekitar 900 sampai 1000 orang tenaga dokter,” ungkap Nila DF Moeloek, dihadapan peserta diskusi panel yang didominan berasal dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) dari 72 Fakultas Kedokteran PTN/PTS se Indonesia.

Baca Juga:  Rektor : Lulusan UISU Tak Hanya Pegang Ijazah, Tapi Miliki Moral

“Pelaksanaan pemerataan tenaga dokter tahun ini, masih untuk lima spesialis, yakni bedah, anak, penyakit dalam, kebidanan dan anastesi. Untuk kebutuhan dokternya sekitar 1000-an orang, yang utamanya di daerah-daerah non ibukota provinsi,” sebut Menkes Nila Moeloek.

Diskusi Panel 5 Tahun ISMKI tersebut diselenggarakan mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU selaku Panitia Lokal, yang juga dihadiri Direktur Utama BPJS Kesehatan RI, Prof Dr dr Fachmi Idris, M.Kes, Deputi Kementerian Keuangan RI, Ketua Umum Yayasan UISU Prof Zainuddin, Sekretaris Umum Yayasan UISU M Idris, SH, Rektor UISU Prof Dr Ir Mhd Asaad, M.Si, Pembantu Rektor I Dr Dra Liesna Andriany, M.Pd, Pembantu Rektor III Prof Drs Effendi Barus, MA, Phd, Pembantu Rektor IV Dra Hj Asnawati Matondang, M.SP, Pembantu Dekan II FK UISU dr Indra Janis, MKT, PD I dr Tri Makmur dan PD III dr Alamsyah Lukito, M.Kes. (kn-m09)

Related posts