September 24, 2018

Dipangkas 25,45 Persen, DBH Riau Rp 979 Miliar

Pekanbaru – Dana Bagi Hasil (DBH) sumber daya alam minyak dan gas bumi untuk Provinsi Riau, hanya senilai Rp 979 miliar, terjadi pemangkasan 25,45 persen, bila dibandingkan dengan nilai yang tercantum dalam APBD Perubahan.

Pelaksana Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menuturkan, awalnya dana bagi hasil sebesar Rp 4,11 triliun yang dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015. Namun, dana ini dipangkas 25,45 persen dan kini menjadi Rp 3,13 triliun yang akan dicantumkan di APBD Perubahan. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami penurunan dari Rp 3,66 triliun menjadi Rp 3,41 triliun.

Sementara harga minyak dunia pada posisi US$105 per barel. Tetapi, harga minyak dunia turun pada level US$70 per barel. Kondisi ini berimbas pada pengurangan DBH,” sebut Arsyadjuliandi, Jumat (13/11/2015). “Pemprov Riau sedang menimbang-nimbang program kerja mana yang akan dievaluasi untuk dibatalkan atau diagendakan guna menutupi kekurangan tersebut.

Baca Juga:  Kata Gubernur Sumut : Dana Bagi Hasil Perkebunan Untuk Pembangunan

Kata Arsyadjuliandi, selain mengevaluasi program kerja, Pemprov Riau juga sigap menambal kekurangan anggaran dengan cara memaksimalkan sektor yang selama ini belum tergarap maksimal. Sehingga, untuk sektor ini, Pemerintah Provinsi meminta kepada Dinas Pendapatan agar melakukan langkah ekstensifikasi dan intensifikasi, yang ujungnya menambah pemasukan daerah dari sektor tersebut. (bns.c/kn-08)

Related posts