September 24, 2018

Diduga Suap Penganggaran Provinsi dan Kabupaten, Gubernur dan Bupati Kena OTT KPK

Ketua KPK, Agus Rahardjo. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, terkena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), Selasa (3/7/2018). Kedua Kepala Daerah ini diduga menerima suap terkait proses penganggaran APBD Provinsi Aceh.

“Kondisi ini yang bisa disampaikan dugaan transaksi terkait dengan proses penganggaran antara Provinsi dan Kabupaten,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Ketua KPK Agus Rahardjo dalam keterangannya menyebutkan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditangkap bersama sembilan orang lainnya, dan petugas KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah. “Sejumlah uang ratusan juta rupiah diamankan, yang disinyalir merupakan bagian dari realisasi commitment fee,” tuturnya.

Baca Juga:  Rugikan Negara Rp 116 Miliar, Ruslan Abdul Gani Diadili

Kata Ketua KPK, saat ini Irwandi berada di Mapolda Aceh untuk menjalani pemeriksaan. Selain Irwandi, KPK juga berhasil menangkap satu kepala daerah, yakni Bupati Bener Meriah.

Sekedar diketahui, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Aceh sejak Selasa (3/7/2018) sore. Dalam operasi tersebut, KPK meringkus Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Informasi diperoleh, Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah beserta beberapa orang lainnya, akan dibawa ke Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Untuk diketahui, Irwandi Yusuf baru dilantik sebagai Gubernur Aceh pada 5 Juli 2017, yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh, dan sejumlah Partai Politik (Parpol) lainnya.

Baca Juga:  Perjuangkan Ibunya Terjerat Hukum, KPK Tahan Anggota DPR Dari Fraksi PG

Sementara Bupati Bener Meriah, Ahmadi yang diusung Partai Demokrat, PAN, PDA dan PKPB. Ahmadi ditangkap Tim Satuan Tugas KPK sewaktu menyerahkan uang ratusan juta kepada seseorang di sebuah lokasi. Disinyalir orang itu adalah kepanjangan tangan Gubernur Aceh Irwandi.

Pada Selasa (3/7/2018) malam sekira pukul 22.45 Wib, Irwandi dan Ahmadi masih menjalani pemeriksaan di Aceh, dan beberapa orang non PNS yang diduga mengetahui dugaan korupsi tersebut. (kn-m07)

Related posts