September 25, 2018

Di Sumut, Angka Kematian Ibu Melahirkan Capai 194 Jiwa dan Bayi 1.062 Orang

KarakterNews.com – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Dr Ir H Tengku Erry Nuradi, M.Si menyatakan, pada Tahun 2017, angka kematian ibu melahirkan di Provinsi Sumatera Utara mencapai 194 jiwa pada tahun 2017. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari Tahun 2016 yang mencapai 240 jiwa.

Begitu juga dengan angka kematian bayi di Tahun 2017, ada 1.062 orang, turun dari 1.080 di tahun 2016,” ungkap Tengku Erry Nuradi, pada pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Fetomaternal ke-19 di Hotel Santika Dyandra Medan, Senin (19/3/2018), dihadiri Rektor USU Prof Runtung Sitepu, Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) diwakili dr Ari Kusuma, Ketua Himpunan Kedokteran Fetomaternal (HKFM) Prof dr Erry Gumilar Dachlan SP.OG (K), Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumut Prof Delfi Lutan dan Ketua Panitia Makmur Sitepu.

Meskipun angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi mengalami penurunan, tapi bidang kesehatan memiliki indicator sustaninable development goals yakni mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup dan menurunkan angka kematian neonatal menjadi 12 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

Untuk profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2016 menunjukkan, rasio dokter spesialis, termasuk dokter spesialis kebidanan terhadap 100.000 penduduk sebesar 19.80, sedangkan rasio bidan terhadap 100.000 penduduk sebesar 139,53. Hal ini menunjukkan masih kurangnya jumlah dokter spesialis dan penyebarannya juga tidak merata di 33 kabupaten/kota,” kata Gubernur Erry Nuradi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumut, menyebutkan di Sumut sudah ada 156 Puskesmas yang mampu memberikan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned) yaitu dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan obstetri dan neonatal emergensi di tingkat pelayanan dasar, dan di tingkat pelayanan rujukan primer melalui rumah sakit mampu pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (Ponek).

Karena itu, kata Gubernur Erry Nuradi, Dinas Kesehatan Sumut telah melakukan berbagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, diantaranya dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesungguhan dari tenaga kesehatan terkait, dengan harapan akan terjadi peningkatan kualitas layanan di tingkat pertama sampai rujukan tertinggi.

Sementara itu, Ketua Panitia PIT ke 19, Makmur Sitepu menuturkan, kegiatan ini dimulai dari tanggal 19 – 21 Maret 2018 diikuti sekitar 1.000 peserta, dengan menampilkan 75 pembicara, lima pembicara diantaranya berasal dari luar negeri yakni Australia, India, Thailand dan dua lagi berasal dari Singapura. (kn-m09)

Related posts