December 15, 2017

Delapan Caketum Golkar Di Medan, Spanduk “Papa Minta Saham” Terbentang, Setnov Diprotes

Sekelompok massa membentang kain putih panjang bertuliskan "Tolak dan Pecat Kandidat Yang Terlibat Kasus Papa Minta Saham!!!".
Sekelompok massa membentang kain putih panjang bertuliskan “Tolak dan Pecat Kandidat Yang Terlibat Kasus Papa Minta Saham!!!”.

KarakterNews.com – Hari Minggu (8/5/2016), merupakan kampanye perdana terhadap delapan Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar. Disaat acara pembukaan kampanye dimulai di Hotel Grand Angkasa Jalan Perintis Kemerdekaan, dengan agenda penyampaian visi misi. Namun diluar gedung, sekelompok orang melakukan aksi membentang kain putih yang berbunyi “Tolak dan Pecat Kandidat Yang Terlibat Kasus Papa Minta Saham!!!”.

Aksi bentang kain panjang tersebut, berlangsung singkat di depan hotel, Minggu (8/5/2016) malam, dilakukan sekelompok massa mengatasnamakan Front Rakyat Pemantau Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Sumatera Utara.

“Kami minta kepada petinggi DPP Golkar untuk memecat Setya Novanto, karena adanya dugaan kasus Papa Minta Saham,” kata Pimpinan aksi Ridho S, juga meminta kepada KPK, Kejaksaan Agung dan Kapolri, tetap memeriksa dan menindaklanjuti kasus “Papa Minta Saham” ini secara serius.

“Kami meminta Panitia Munaslub, mencoret nama Setya Novanto, hingga kasus “Papa Minta Saham” dituntaskan proses penyidikannya oleh KPK atau Kejaksaan Agung dan Mabes Polri,” teriak Ridho melalui pengeras suara.

Setelah menyampaikan aspirasinya, aksi massa Front Rakyat Pemantau Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Sumatera Utara, yang sempat mengundang perhatian peserta kampanye Caketum Partai Golkar dan memacetkan lalu lintas, secara perlahan-lahan membubarkan diri.
demomunaslub_resize
Sementara ditempat terpisah, Koordinator Barisan Pemuda-Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) Guche Montero berharap Partai Golkar mengalami transformasi kepemimpinan dengan tidak memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak negatif dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

“Golkar harus mengembalikan citranya dengan memilih pemimpin yang mengedepankan integritas, memiliki kredibilitas dan mampu mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kami mendesak agar perilaku koruptif tak dapat ditolerir untuk memulihkan kredibilitas dan integritas parpol di mata publik,” tegas Guche Montero, saat memberikan keterangan pers di kawasan Cikini, Minggu (8/5/2016) di Jakarta.

Guche menilai pencalonan Setya Novanto (Setnov) sebagai calon ketua umum Partai Golkar pada Munaslub mendatang justru akan merusak citra partai politik berlambang pohon beringin itu. Pasalnya, sosok Setya Novanto merupakan figur politisi dengan rekam jejak yang tidak bersih dari sisi politik maupun hukum. “Kita akan mengajukan protes, jika Setnov berhasil terpilih menjadi ketua umum,” ujarnya.

Dibeberkan Guche, seperti dilansir kompas.com, ada beberapa kasus yang harus menjadi perhatian publik dan anggota komisi etik Partai Golkar dalam memilih calon ketua umum. Salah satunya, Setya Novanto, diduga terlibat dalam skandal mega proyek PT Freeport dengan meminta saham dan diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo.

Selain itu, Guche memandang kontribusi Setya Novanto (Setnov) sangat minim bagi masyarakat NTT dari sisi kesejahteraan maupun andil politik. Padahal NTT merupakan representasi dari daerah pemilihan Setya Novanto. “Sosok Setya Novanto cenderung mengabaikan kondisi nyata yang dialami oleh masyarakat NTT saat ini, apalagi dirinya terpilih sebagai anggota DPR dari Dapil NTT,” pungkasnya. (kps.c/kn-m09)

Related posts