November 23, 2017

Dampak Asap, Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,73 Persen

Jakarta – Akibat kebakaran lahan dan hutan, sehingga terjadi bencana asap di Sumatra dan Kalimantan, menyebabkan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,73 persen pada kuartal III/2015. Pasalnya, bencana asap tahun 2015 di luar ekspektasi sebab pemerintah salah memprediksi jika fenomena El Nino lebih panjang. Sehingga, musim penghujan telat datang sehingga kebakaran merambah 2 juta hektare hutan dan lahan.

“Kita telah menghitung pertumbuhan 4,73 persen itu, terpengaruh ekonomi di dua pulau itu yang tidak berjalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, dalam acara International Experts Roundtable Discussion, Jumat (13/11/2015) di Jakarta.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengklaim pemerintah serius mencegah bencana asap terulang pada tahun depan. Bahkan, Presiden telah menginstruksikan tidak ada pemberian izin baru di lahan gambut. “Tidak boleh lagi ada bukaan baru, semua perizinan akan dikaji ulang,” tegas kader Partai Nasdem ini.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik mengapresiasi langkah – langkah yang telah dilakukan pemerintah Indonesia. Namun, Indonesia perlu memiliki kerangka kerja untuk mencegah terulangnya kembali bencana asap. (bns.c/kn-08)

Related posts