Ciri – Ciri Hewan Kurban Sehat dan Layak Konsumsi, Ini Kata Distanla Medan

Para Petugas Medis dari Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Pemko Medan, melakukan peninjauan dan pemeriksaan penjualan hewan kurban.
Petugas Medis dari Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Pemko Medan, melakukan peninjauan dan pemeriksaan penjualan hewan kurban.

KarakterNews.com – Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Pemerintah Kota (Pemko) Medan menghimbau masyarakat, agar memastikan kesehatan hewan yang akan digunakan sebagai hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1437 Hijriah (12 September 2016).

“Jaminan kesehatan hewan kurban sangat penting, sehingga daging hewan kurban yang dibagi-bagikan kepada masyarakat, sudah sesuai dengan ketentuan agama dan keamanan masyarakat penerima daging kurban lebih terjamin,” kata Petugas Paramedis Distanla Kota Medan, Labuhan Siregar.

Dipaparkan Labuhan Siregar, ada sejumlah tanda-tanda fisik yang bisa dilihat untuk memastikan hewan ternak sehat dan layak digunakan sebagai hewan kurban. “Sapi itu dikatakan sehat kalau tidak ada cacat fisik di tubuhnya, pernapasannya normal dan suhu tubuhnya tidak lebih dari 40 derajat celcius. Hewan ternak juga harus cukup umur, seperti untuk sapi harus sudah berusia dua tahun, ditandai dengan sudah jatuh gigi,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (8/9/2016).

Baca Juga:  Satpol PP Harus Tanggap Membaca Situasi

Disamping kesehatan hewan ternak, kata Labuhan Siregar, pastikan juga ternak yang akan dibeli sudah mendapatkan pemeriksaan dari instansi berwenang. Hal ini ditandai dengan dokumen pemeriksaan yang dimiliki penjual ternak dan ada tanda S di tubuhnya,” ujarnya.

Secara terpisah, seorang penjual hewan kurban berlokasi di Jalan Avrost, Kecamatan Medan Polonia, Samsul Effendi Rangkuti menuturkan, pihaknya memiliki tanda-tanda sendiri untuk menandai sapi-sapi yang sehat untuk hewan kurban.

“Hewan sapi yang sehat, memiliki mata yang jernih dan tidak berair. Bulunya juga tidak jigkrak (berdiri), feses atau kotorannya tidak cair. Sapi yang sehat juga tidak mengeluarkan cairan dari hidung yang berlebihan,” ungkap Samsul Rangkuti.

Untuk hewan kurban, kata Samsul, pihaknya harus memastikan bahwa hewan kurban benar-benar sehat, sehingga niat berkurban dari masyarakat benar-benar berjalan secara baik dan lancar. (kn-m09)

Related posts