February 21, 2018

Cawagubsu Sihar : ‘Saya dan Pak Djarot Sepakat Tolak Politik Uang di Pilgub Sumut’

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menunjukkan salam dua jari, seusai membubuhkan cap tangan sebagai simbolik perdamaian pada Pilgubsu 2018. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Dalam perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018, digelar Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut di Lapangan Istana Maimun, Medan, Rabu (14/2/2018).

Kegiatan yang dihadiri Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw, Ketua dan Anggota Bawaslu Sumut, dan dua calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Sihar Sitorus, tampil dengan mengenakan kaos berwarna hitam bertuliskan “Pilkada Keren Tanpa Politik Uang dan Politisasi SARA”.

Terkait deklarasi tersebut, Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus mengatakan, dirinya dan Djarot sangat sepakat dengan menolak adanya politik uang dan politisasi SARA pada Pilgub Sumut. “Politik uang dan politisasi SARA ini mempersulit diri sendiri,” ujarnya, Rabu (14/2/2018).

Baca Juga:  Bertemu Pelajar dan Mahasiswa, Kata Djarot : Kartu Sumut Pintar Akan Diterbitkan

Hal itu pun, telah mereka tunjukkan dalam visi dan misinya. Dimana mereka berupaya merubah setigma Sumut selama ini. Dimana Sumut yang biasanya diartikan semua urusan mesti uang tunai akan diubah menjadi semua urusan mudah dan transparan. “Maka tujuan kami adalah mempermudah semua urusan dan menjadikannya transparan,” ungkap Sihar Sitorus, dengan nomor urut 2..

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan menjelaskan, dalam kegiatan ini Bawaslu menggunakan simbol burung merpati, hal ini menandakan kebebasan dan kesetiaan.

Kebebasan yang dimaksud adalah, tanpa adanya tekanan dan pengaruh dari pihak manapun.”Pemilihan gubernur tidak ada tekanan dari pihak manapun. Pelepasan balon warna warni menggambarkan bermacam suku, agama yang ada di Sumut,” ujarnya.

Baca Juga:  DPP PPP Usung Djarot-Sihar di Pilgub Sumut, Kader Partai Mundur

Sedangkan simbol cap tangan, menunjukkan bahwa, pihaknya menolak segala bentuk politik uang dan menolak isu SARA. “Potensi politik uang dapat memunculkan jiwa koruptor ketika menjalankan roda pemerintahan,” tegas Syafrida Rasahan. (kn-m09).

Related posts