November 21, 2017

Cawabup Simalungun Terpidana, Ini Kata Ketua Bawaslu RI

muhammad_resizeKarakternews.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI), Prof. Dr. Muhammad, S.IP, M.Si mengaku belum mengetahui ada calon Wakil Bupati Simalungun, Ir. Amran Sinaga, sudah setahun berstatus terpidana penjara selama 4 tahun, terkait putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) Nomor : 194.K/Pid.Sus/2012 tertanggal 22 September 2014.

“Belum tahu, belum ada laporan dari Bawaslu Provinsi Sumatera Utara dan Panwaslu Kabupaten Simalungun. Coba nanti saya cek dan koordinasikan ya,” kata Prof. Muhammad, saat dikonfirmasi wartawan, sewaktu menghadiri silaturahmi dan jamuan makan malam bersama Pj Walikota Medan Drs Randiman Tarigan, juga dihadiri unsur FKPD Kota Medan, KPU Medan, Bawaslu Sumut dan Panwaslu Kota Medan serta Camat se Kota Medan, Senin (30/11/2015) di rumah dinas Walikota Medan Jalan Sudirman, Medan.

Kata Prof. Dr. Muhammad, pihaknya baru mengetahui dari pertanyaan wartawan, tapi secara resmi Bawaslu RI belum memperoleh laporan secara konkrit.

Baca Juga:  Terindikasi Partai Politik dan Timses, Bawaslu Batal Lantik 2 Panwas Terpilih

Sekedar diketahui, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Toga Napitupulu,SH,MH menegaskan, Majelis Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI), memvonis penjara Ir. Amran Sinaga (50), penduduk Jalan Asahan KM 13 Huta Sinio Kabupaten Simalungun, yang saat ini sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Simalungun (berpasangan dengan JR Saragih), dengan hukuman 4 tahun penjara.

“Putusan MARI sudah diterima PN Simalungun, hari Senin (30/11) dari Bagian Umum Pengadilan Negeri Simalungun. Dalam putusan MARI dengan Nomor : 194.K/Pid.Sus/2012 tertanggal 22 September 2014, menyatakan mengabulkan Kasasi Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Simalungun,” kata Toga Napitupulu, saat dikonfirmasi di Pengadilan Negeri Simalungun.

“Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Simalungun. Mengadili; Menyatakan terdakwa Amran Sinaga telah terbukti bersalah menyuruh atau melakukan menerbitkan izin tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang, Menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Amran Sinaga dengan hukuman selama 4 tahun penjara. Majelis hakim MARI yang mengadili diketuai Artidjo Alkoutsar, SH,LLM,” ungkap Toga Napitupulu, mengutip putusan Mahkamah Agung.

Baca Juga:  Jika Lepas Tanggungjawab, Panwascam di Pidana Penjara dan Denda

Secara terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun, Irvan Paham PD.Samosir,SH.MH melalui Kasi Intel Parulian Kertagama Sinaga,SH.MH, saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya (Kejaksaan Negeri Simalungun) melalui Sekretariat, sudah menerima petikan putusan dan salinan lengkap putusan Mahkamah Agung RI tentang putusan terpidana Ir. Amran Sinaga, sesuai putusan Nomor; 194.K/Pid.Sus/2012 tertanggal 22 September 2014.

Untuk diketahui, terdakwa/terpidana Ir. Amran Sinaga selaku Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Kabupaten Simalungun terlibat dalam kasus ilegal logging, menerbitkan ijin lokasi kawasan hutan di Silau Kahen tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang pada tahun 2011. Sewaktu kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa dituntut supaya dijatuhi hukuman penjara, tapi Majelis Hakim PN.Simalungun yang mengadili dalam putusannya No.242/Pid.B/2011/PN-Sim tanggal 14 Juli 2011 menjatuhkan putusan bebas.

Baca Juga:  Bawaslu Sumut Imbau Pemilih Tidak Jual Suaranya

Atas putusan bebas itu, Jaksa Penuntut Umum Kejari Simalungun mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung. Setelah mengadili, Majelis Hakim Mahkamah Agung yang mengadili menjatuhkan putusan membatalkan putusan PN.Simalungun. “Mengadili; menyatakan terdakwa Ir.Amran Sinaga menerbitkan ijin kawasan hutan tidak sesuai dengan Tata Ruang. Menghukum Amran Sinaga dengan hukuman 4 tahun kurungan penjara. (kn/m-07)

Related posts