Calon Wagubsu Sihar Sitorus Apresiasi Sistem Perizinan OSS

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus didampingi istri, Patricia Siahaan, tiba di Desa Bawomataluo di Kecamatan Fanayama, Nias Selatan. (ist)

KarakterNews.com – NIAS – Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Calon Wagubsu), Sihar Sitorus mengapresiasi penerapan sistem perizinan secara elektonik atau online single submission (OSS), sebagai langkah percepatan investasi.

“Dengan penerapan sistem OSS, akan memberikan kemudahan bagi para investor,” kata Sihar Sitorus, seraya menilai, langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 91 Tahun 2017 tentang percepatan pelaksana berusaha, dan diimplementasikan mulai April 2018 ini, menjadikan OSS sebagai bentuk dari reformasi birokrasi dalam soal perizinan untuk mendukung kemudahan berinvestasi.

Kepada sejumlah wartawan di Nias, Rabu (11/4/2018), dikatakan Sihar Sitorus, lahirnya OSS ini sebagai bentuk penyempurnaan langkah reformasi perizinan dalam dunia usaha, terkait upaya meningkatkan kemudahan berusaha bagi para investor.

Baca Juga:  Beli Dodol di Tanjungpura, Kata Sihar Sitorus : Warga Langkat Pionir Majukan UKM

Sistem OSS terintegrasi dengan sistem pelayanan pemerintahan yang telah ada, yang mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), pengesahan pendirian badan usaha, Indonesia National Single Windo OSS merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan data ke dalam pusat database (NSS), PTSP, dan sistem dari Kementerian/lembaga terkait lainnya. “Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi pengusaha dan investor di Sumatera Utara,” ujarnya.

Kekayaan berlimpah di Sumut, tentu menjadikan Provinsi ini menjadi daerah yang dilirik untuk investor. Apalagi, Sumut telah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di Indonesia, yakni di Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun. KEK Sei Mangkei dan 10 daerah lainnya, menjadi pengimplementasian sistem OSS tersebut, dan lima Kawasan Perdagangan Bebas serta Pelabuhan Bebas (KPBPB) atau Free Trade Zone (FTZ).

Baca Juga:  Calon Wagub Sumut Serap Aspirasi Warga Pedesaan di Deli Serdang

Menurut pendamping Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan dan PPP ini, dengan OSS ini, dirinya yakin akan mendongkrak nilai investasi di tanah air. “Ini keuntungan yang sangat besar bagi dunia usaha, terkhusus di Sumut. SOS inilah yang memberikan kemudahan bagi para investor yang selama ini dikeluhkan. Saya kira, dengan sistem OSS ini kita mampu mengalahkan negara tetangga, seperti Malaysia, Vietnam dan Filipina dalam hal investasi,” ungkapnya.

Sihar Sitorus yang juga enterpreneur sukses ini menyebutkan, penerapan OSS ini sejalan dengan program yang telah disusun pasangan calon Djarot-Sihar (DJOSS). Dimana, diperlukan Mal Pelayanan Publik, sebagai sentra dalam kepengurusan administrasi. Langkah ini sebagai reformasi birokrasi yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Baca Juga:  Ucapan Seorang Nenek Pada Sihar Sitorus, 'Monang Do Ho Amang Da..'

“Iya. Ini salah satu program saya dan Mas Djarot, membangun mal pelayanan publik. Meskipun pengerjaannya ada pembagiannya, mana bagian Provinsi, mana bagian Kabupaten. Namun yang pasti Provinsi mengetahui apa yang terjadi di daerah, sehingga di pemerintahan yang akan datang fungsi koordinasi akan menjadi penting, sehingga Provinsi punya tanggung jawab, Kabupaten punya tanggung jawab,” ujar Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus. (bcl comm/kn-m07)

Related posts