Calon Wagub Sihar Sitorus : Mari Kita Bangun Sumut Tanpa Lihat Perbedaan

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus, mengunjungi Monumen Pahlawan Nasional Letjend TNI (Purn) DR Tahi Bonar Simatupang dan Liberty Manik di perbukitan Taman Wisata Iman, Desa Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sabtu (2/6/2018). (ist)

KarakterNews.com – DAIRI – Jasa dan pengorbanan para pahlawan yang turut andil dalam Kemerdekakan dan membangun bangsa ini, tanpa melihat perbedaan demi persatuan dan kesatuan. Hal ini menjadi panutan bagi generasi muda, untuk membangun Sumatera Utara.

Pernyataan ini dikemukakan calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat mengunjungi Monumen Pahlawan Nasional Letjend TNI (Purn) DR Tahi Bonar Simatupang dan Liberty Manik di Taman Iman di perbukitan Taman Wisata Iman (TWI) Desa Sitinjo, Kabupaten Dairi, pada Sabtu (2/6/2018) kemarin.

Dalam kunjungan ke monumen yang diresmikan Presiden RI Megawati Soekarnoputri pada 3 Maret 2002 tersebut, Sihar Sitorus menaburkan bunga dan berdoa sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan kedua putra Sumut, yakni Letjend TNI (Purn) DR TB Simatupang dan pencipta lagu Satu Nusa Satu Bangsa, Liberty Manik.

Baca Juga:  Layak Pimpin Sumut, Warga 12 Desa di Madina Siap Pilih Djarot-Sihar

Kunjungan saya ke sini, untuk mengingat jasa pahlawan kita yang gugur dalam menegakkan NKRI yang mewariskan kita dengan kemerdekaan dan kebebasan,” ungkap Sihar Sitorus.

Sekedar diketahui, TB Simatupang lahir di Sidikalang 28 Januari 1920. Akrab disapa Pak Sim, dirinya turut terlibat dalam perang kemerdekaan dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Dalam perjuangan diplomasi, TB Simatupang menjadi penasihat militer delegasi RI dalam perundingan-perundingan yang menghasilkan Perjanjian Renville. Beliau juga merupakan salah satu tokoh yang hadir dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda. Pak Sim dikenal sebagai tokoh peletak awal fondasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). TB Simatupang juga merupakan sosok di balik perdamaian antara Presiden Soekarno dengan Jenderal Sudirman.

Baca Juga:  Karolina Barus : 'Djoss, Djarot-Sihar Ada Cinta di Nomor Dua'

Sementara, Liberty Manik, lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 21 November 1924 dan meninggal pada usia 68 tahun, 16 September 1993, yang dikenal sebagai seorang komponis dan pengajar musik di Institut Seni Indonesia (Yogyakarta). Liberty juga dikenal sebagai ahli bahasa Batak kuno. Dari tangan dinginnya, Liberty menciptakan lagu nasional Satu Nusa Satu Bangsa.

Calon Wagub Sumut, Sihar Sitorus menilai, apa yang diperjuangkan TB Simatupang dan Liberty Manik, sepatutnya menjadi motivasi bagi generasi. Keduanya menunjukkan perjuangan demi kesatuan bangsa dan negara ini adalah segalanya tanpa melihat perbedaan apa pun.

“Mari kita lakukan hal besar sebagaimana ditunjukkan TB Simatupang dan Liberti Manik. Pikiran pahlawan ini jauh melintasi ruang dan waktu. Kita sebagai generasi muda harus berjuang membangun bersama-sama untuk Sumatera Utara, tanpa melihat perbedaan kita. Jadikan Sumut yang maju, hebat dan transparan,” tegas pendamping dari calon Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat. (bcl comm/kn-m07)

Related posts