Buronan Hasnil Diringkus Tim Intelijen Kejatisu di Jakarta

Buronan dalam kasus tindak pidana korupsi, terpidana Drs Hasnil saat digiring masuk dalam tahanan penjara. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) meringkus seorang buronan dalam kasus tindak pidana korupsi. Kali ini, Tim yang dipimpin oleh Asintel Kejati Sumut, Leo Simanjuntak meringkus Drs H Hasnil (68) di kawasan Kota Tangerang Selatan, Minggu (29/7/2018) dinihari.

Drs Hasnil merupakan buronan Kejari Langkat dan Kejari Simalungun dalam kasus penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS. “Terpidana diringkus di kediamannya Jalan Mangga I No. 163 Kompleks PU, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, setelah dilakukan pemantauan selama dua minggu oleh Tim,” kata Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumangggar Siagian.

Disebutkan Sumanggar, bahwa Pimpinan Kantor Akuntan Publik Hasnil M. Yasin & Rekan ini merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri Langkat dan juga Kejaksaan Negeri Simalungun. Dalam kasus penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS di Setda Langkat dihukum 6 tahun penjara. Kasus ini terjadi pada tahun anggaran 2001-2002. Sedangkan pada tahun 2008 di Pemkab Simalungun, dia dihukum 4 tahun penjara. Untuk dua kasus itu, buronan ini juga dihukum denda sebesar Rp 200 juta.

“Total kerugian akibat manipulasi penghitungan yang dilakukannya sebesar Rp 2,9 miliar, rinciannya Pemkab Langkat menderita kerugian sebesar 1,2 miliar, sedangkan Pemkab Simalungun menderita kerugian sebesar Rp 1,7 miliar,” ungkap Sumanggar.

Selama buron, terpidana ini bekerja sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta. “Jadi setelah putusan inkhrah, Jaksa memanggil terpidana hingga tiga kali, tapi tidak diindahkan. Sehingga dia dimasukan dalam DPO Jaksa pada awal Tahun 2018 lalu,” papar Sumangggar Siagian.

Setelah sampai di Kejati Sumut, terpidana Drs Hasnil langsung diboyong ke Lapas Tanjung Gusta Medan untuk menjalani masa hukuman. “Jadi kesepakatan antara Kejari Simalungun dan Langkat, terpidana akan dibawa ke Lapas Tanjung Gusta untuk menjalani masa hukumannya,” tegas Sumanggar.

Sekedar diketahui, dalam kasus penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS, terpidana Hasnil tidak sendirian, tapi juga menyeret mantan Sekda Langkat, Surya Djahisa dan juga mantan Sekda Simalungun Abdul Muis Nasution, dan keduanya sudah menjalani masa hukuman dalam penjara. (kn-m07)

Related posts