December 17, 2017

Bukti Ganjar Pranowo Terlibat di Kasus E-KTP, ‘Dikantong’ KPK

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, seusai diperiksa sebagai saksi, keluar dari dalam Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/7/2017). (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Nota Dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), ditolak oleh mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo, terkait dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto.

Dalam dakwaan dan tuntutan, JPU KPK menyebut Ganjar Pranowo menerima bancakan proyek e-KTP sejumlah USD 520 ribu. Bahkan, KPK tidak mempermasalahkan klaim dari Ganjar.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, pihaknya sudah mengantongi bukti penerimaan uang korupsi terhadap Politisi PDI Perjuangan itu. “Iya tentu saja penuntut umum sudah sampaikan dari awal persidangan penuntut umum berkesimpulan ada bukti yang kuat dan diuraikan lagi di tuntutan,” ujarnya, di Gedung KPK, Kuningan Persada, Selasa (4/7/2017).

Baca Juga:  Diah Ngaku Bahas e-KTP Dengan Setnov, JPU KPK : Anggota Komisi II DPR Rp 261 Miliar

“Jaksa KPK, tidak hanya memiliki bukti penerimaan uang oleh Ganjar Pranowo, tapi melainkan sejumlah pihak yang namanya disebut menerima uang korupsi e-KTP dalam dakwaan dan tuntutan. Lalu indikasi aliran dana ke sejumlah pihak juga kita sampaikan, karena menurut JPU sudah didukung bukti-bukti yang ada,” ungkap Febri Diansyah, memaparkan bukti-bukti yang dimiliki pihaknya akan dijadikan sebagai landasan untuk menjerat pihak-pihak yang ikut menikmati aliran “dana haram” tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ganjar Pranowo menyerahkan keputusan kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor. “Ya..sekarang majelis hakim yang akan memutuskan. Kan terdakwanya sudah ada yah, biar kita serahkan saja kepada hakim,” tuturnya, di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Gamawan : Doakan Saya Agar Dikutuk Allah, Eks Sekjen Kemendagri Ngaku Terima Uang

Dijelaskan Ganjar Pranowo, dirinya yang sempat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irman dan Sugiharto, sudah memberikan keterangan jujur kepada para penyidik KPK. Bahkan, sewaktu dirinya sempat dikonfrontir dengan pihak yang disebut memberikan uang kepada dirinya. “Saya sekali lagi bahagia waktu dikonfrontir oleh Pak Novel (penyidik KPK), waktu itu orang yang diceritakan memberi uang itu ternyata bilang kalau Pak Ganjar tidak (menerima),” katanya mengkisahkan.

Untuk diketahui, dalam sidang perkara korupsi e-KTP, Ganjar Pranowo yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto membantah ikut menikmati aliran dana proyek senilai Rp 5,9 triliun. Namun, kesaksian Ganjar dipatahkan Muhammad Nazaruddin.

Malahan, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini menyebut penolakan uang oleh Ganjar lantaran nilainya terlalu kecil. Awalnya, Ganjar Pranowo diberi uang oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong senilai USD 150 ribu.

Baca Juga:  Terkait Kasus E-KTP, Kata Wakil Ketua : Bisa Saja Ketua KPK Diperiksa

Penolakan itu, kata Mhd Nazaruddin, lantaran Ganjar Pranowo merasa dirinya sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR pada saat itu, meminta jatah bancakan itu sama dengan pimpinan DPR lainnya. “Ribut dia (Ganjar). Dia minta posisinya sama seperti Ketua, minta nambah. Dikasih 500 ribu (USD),” ucapnya dihadapan Majelis Hakim Tipikor beberapa waktu lalu. (l6.c/kn-m10)

Related posts