Bom Tiga Gereja Di Surabaya, 56 Korban Tewas dan Dirawat di Rumah Sakit

Kondisi sepeda motor yang terbakar, setelah terjadi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur. Ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga lokasi di Surabaya, masing-masing di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), dan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Minggu (13/5/2018). (ist)

KarakterNews.com – SURABAYA – Dari informasi yang dihimpun, hingga pukul 18.25 Wib, jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka sudah mencapai 56 orang. Peristiwa peledakan bom bunuh diri di tiga Gereja di Surabaya, jumlahnya menjadi 13 orang meninggal dunia, dan 43 orang dirawat di beberapa rumah sakit.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, ternyata jumlah korban jiwa 13 orang dari jumlah sebelumnya (bukan 17 orang-red). “Jumlah korban yang meninggal dunia bertambah menjadi 13 orang dari sebelumnya 11 orang,” ujarnya, Minggu (13/5/2018).

Sebanyak 7 orang meninggal akibat ledakan di Gereja St Maria Tak Bercela Ngagel, sebanyak 3 korban meninggal di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), dan 3 korban meninggal di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro. “Proses identifikasi masih terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DIV), dan Polisi akan segera menyelidik kasus peledakan bom tersebut dari rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Bom Bunuh Diri Meledak, 12 Orang Militan ISIS Terbunuh

Untuk diketahui, teror bom terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya sekitar 07.15 WIB, Minggu (13/5/2018). Kemudian disusul kejadian serupa di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuno dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro.

Dari data diperoleh, Kepolisian mengidentifikasi pelaku ketiga aksi itu satu keluarga, masing-masing :

Terduga Pelaku
1. Dita Priyanto (Ketua Sel JAD Surabaya) – bunuh diri di GPPS Arjuna, menggunakan mobil Avanza.
2. Puji Kuswati (Istri Dita) – di GKI Diponegoro (jalan kaki pakai cadar)
3. Fadila Sari (anaknya 12 tahun) di GKI Diponegoro (jalan kaki pakai cadar)
4. Pamela Rizkita (anaknya 9 tahun) di GKI Diponegoro (jalan kaki pakai cadar)
5. Yusuf Fadil (anaknya 18 tahun) di St Maria Tak Bercela Ngagel, pakai sepeda motor
5. Firman Halim (anaknya 16 tahun) di St Maria Tak Bercela Ngagel, pakai sepeda motor.

Baca Juga:  Kata Kakak Iparnya, Nur Rohman Miliki Pandangan Berbeda, Keluarga Tak Berani Menegur

Posisi Bom
1. Dita Priyanto : bom diletakkan di dalam mobil, lalu ditabrakkan ke area gereja
2. Puji Kuswati, Fadila Sari, Pamela Rizkia diletakkan dipinggang.
3. Yusuf Fadil dan Firman Halim, bom dipangku di motor.

(bns.c/rel/kn-m09)

Related posts