Mie Kuning Berformalin Beredar Di Siantar, Pabrik Hasilkan 500 Kg Per Hari

Dirreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol.Drs. Ahmad Haydar didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Dr Maruli Siahaan dan Kasubdit I/Indag AKBP Ikhwan MH memperlihatkan mie kuning berformalin.
Dirreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol.Drs. Ahmad Haydar didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Dr Maruli Siahaan dan Kasubdit I/Indag AKBP Ikhwan MH memperlihatkan mie kuning berformalin.

Karakternews.com – Subdit I/Indag, Ditreskrimsus Polda Sumut menggerebek pabrik mie kuning mengandung formalin, berlokasi di Jalan Madura Bawah No 54, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Pematang Siantar, pada Kamis (28/1/2016). Pabrik ini, setiap hari mampu menghasilkan 500 kg mie kuning dengan pemasaran di kawasan Kota Pematang Siantar dan sekitarnya dengan harga jual Rp 250 ribu per-karung.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Wadir Reskrimsus, AKBP Maruli Siahaan dan Kasubdit I/Indag, AKBP Ikhwan SH,MH mengemukakan, mie kuning berformalin ini sangat meresahkan dan mengganggu kesehatan masyarakat, setiap harinya, pabrik mie kuning ini bisa memproduksi sekitar 500 kilogram yang penjualannya tersebar di Kota Siantar.

Kepada awak media, Jumat (29/1/2016), dipaparkan Kombes Pol Ahmad Haydar, penggerebekan dilakukan karena keresahan masyarakat yang takut mengkonsumsi mie berformalin. “Kita terlebih dahulu melakukan pengujian ke laboratorium forensic (Labfor). Kemudian berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Balai Besar Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BBPOM), usai hasil uji Labfor keluar, baru kita lakukan penggerebekan,” ungkapnya.

Saat penggerebekan, disebutkan Direktur Reskrimsus Polda Sumut, pihaknya memergoki beberapa karyawan sedang membuat mie menggunakan formalin. Mie ini terlebih dahulu direbus bersama formalin selama 2 hingga 3 jam. Setelah direbus, mie itu kemudian dikeringkan lalu dibasahi dengan minyak goreng sambil dikipasi. Begitu dingin, mie tersebut dimasukkan ke dalam plastik lalu diedarkan ke Pasar Horas dan Parluasan, seharga Rp 6 ribu perkilogram. Kegiatan ini sudah dilakukan setahun lebih, dan tujuan penggunaan formalin, agar mie tidak cepat berjamur,” ungkap Ahmad Haydar.

Dipaparkan Kombes Pol Ahmad Haydar, dari penggerebekan, berhasil diamankan 5 orang saksi dan tersangka, serta 1 unit mesin cetak, 1 unit mesin adonan, 1 mesin potong, 4 dregen formalin, 1 goni/larung ukuran 30 kilogram mie dan 1 unit mobil pickup BK 9564 TO disita, dan Polisi menetapkan tersangka kepada pemilik tempat dan usaha, AH (40). Namun, terhadap AH belum dilakukan penahanan, karena penyidik masih perlu melakukan proses pendalaman penyidikan dengan gelar perkara di Mapolda Sumut.

Tersangka kita jerat pasal 136 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 62 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar,” tegas Kombes Pol Ahmad Haydar. (kn-m08)

Related posts