November 23, 2017

Bareskrim Polri : Ada 56 Kafe dan Hotel Mewah Gunakan Gula Berbahaya

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya, memaparkan barang bukti gula rafinasi PT Crown Pratama. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Apabila ingin mengkonsumsi minuman manis di kafe dan hotel mewah di Jakarta, diharapkan berhati-hati. Pasalnya, gula yang dikonsumsi untuk minuman bisa saja berasal dari PT Crown Pratama, yang beroperasi di Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Kehati-hatian sangat diperlukan, karena Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyatakan, bahwa PT Crown Pratama telah melakukan penyimpangan penggunaan gula. Perusahaan ini, terungkap menggunakan gula kristal rafinasi atau gula industri untuk gula kemasan kecil alias sachet pesanan 56 kafe dan hotel mewah di Jakarta.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya, kepada wartawan membeberkan, gula rafinasi bisa berberbahaya bagi kesehatan. Penggunaan gula rafinasi diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 Tahun 2015 Pasal 9 ayat 2, sangat jelas disebutkan “gula rafinasi untuk kebutuhan industri dan hanya dapat diperdagangkan kepada industri dan dilarang diperdagangkan untuk konsumsi.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Serahkan Berkas 23 Tersangka Vaksin Palsu Ke Kejagung
Bareskrim Polri tunjukkan barang bukti gula rafinasi berlogo resmi Aston yang dikemas PT Crown Pratama. (ist)

“Modusnya PT CP ini di Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah melakukan pengemasan gula rafinasi dikemas ke dalam kemasan-kemasan sachetan. Gula rafinasi tidak boleh diperdagangkan ke konsumen, tidak boleh,” tegas Brigjen Agung di Bareskrim Polri, Rabu (1/11/2017) Jakarta Pusat.

Dikatakan Brigjen Agung, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 tahun 2015 pasal 9 ayat 2, sudah sangat jelas disebutkan bahwa gula rafinasi untuk kebutuhan industri dan hanya dapat diperdagangkan kepada industri serta dilarang diperdagangkan untuk konsumsi. Sewaktu melakukan penggeledahan di gudang milik PT Crown Pratama, polisi menemukan 20 sak gula kristal rafinasi dengan berat 50 kilogram.

Paling mengejutkan, Hotel Aston merupakan salah satu hotel mewah di Jakarta yang diduga telah disusupi gula kemasan hasil penyimpangan yang dilakukan PT Crown Pratama. Bahkan, di gudang itu, ada 82 ribu sachet gula rafinasi yang berlogo resmi Aston.

Ironisnya, untuk mengelabui konsumen, PT Crown Pratama menyertakan kode BPOM di kemasan gula berukuran 8 gram pesanan kafe dan hotel mewah di Jakarta. PT CP sudah beroperasi sejak 2008 dengan pengemasan sekitar dua ton gula rafinasi perbulannya. Tapi pada tahun 2017 mengalami peningkatan cukup signifikan, yakni 20 ton perbulannya.

Baca Juga:  Dua Orang 'Pengepul' Diringkus Bareskrim Polri, 1 Ton Cabai Disita

“Penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa enam saksi dan ahli. Termasuk Direktur PT CP dan ahli dari BPOM. “Kita sedang memastikan dan mengidentifikasi kurang lebih 56 hotel dan kafe. Kami akan lakukan klarifikasi. Penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, lantaran masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap gula itu,” tegas Brigjen Agung Setya.

Di sisi lain, Brigjen Agung Setya menegaskan, pemilik PT Crown Pratama bakal dijerat dengan Pasal 139 juncto Pasal 84 dan Pasal 142 juncto Pasal 91 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 juncto Pasal 8 (1) huruf a UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara.

Baca Juga:  Terkait 'Pesan Kaleng', Bareskrim Polri Periksa Hary Tanoe - Selasa Ini

BAHAYA GULA RAFINASI
Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan NO 527/MPT/KET/9/2004, gula rafinasi diperuntukkan untuk industri dan tidak diperuntukkan untuk konsumsi langsung, karena harus melalui proses terlebih dahulu.

Gula Rafinasi mengandung banyak bahan fermentasi, sehingga menyebabkan masalah kesehatan diantaranya penyakit gula. Gula rafinasi yang dikonsumsi langsung mengakibatkan penuaan pada kulit melalui proses alami glikasi. Proses glikasi merupakan saat molekul gula diserap ke dalam aliran darah selama proses pencernaan dan menutup molekul protein pada kulit. Semakin banyak proses glikasi dialami, kulit makin gelap dan kusam serta mempengaruhi molekul protein yang menghasilkan kolagen dan elastin. (kn-m07)

Related posts