December 17, 2017

Awasi Industri Keuangan, OJK-KPK Jalin MOU

Ketua OJK, Muliaman D. Hadad, saat diwawancarai awak media.
Ketua OJK, Muliaman D. Hadad, saat diwawancarai awak media.

Karakternews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait kerjasama di bidang industri keuangan. “Kita mempersiapkan penandatanganan MoU antara OJK dan KPK. Kita akan tanda tangani 1 Maret, MoU itu di OJK,” kata Ketua OJK Muliaman Hadad di gedung KPK Jakarta, Jumat (19/2/2016).

Ketua OJK Muliaman Hadad datang bersama enam orang komisioner OJK, masing-masing Rahmat Waluyanto, Nelson Tampubolon, Nurhaida, Firdaus Djaelani, Ilya Avianti, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, menemui limaKomisioner KPK Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang dan Laode M Syarief didampingi oleh Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Deputi Penindakan KPK Heru Winarko dan Sekretaris Jenderal R Bimo Gunung Abdul Kadir.

Baca Juga:  FH UNPRI Proaktif Jalin Kerjasama Dengan PT Indonesia dan Europe

Kerjasama tersebut termasuk penindakan, pencegahan dan edukasi keuangan. “Kerjasama dalam banyak hal karena saya kira untuk memperlancar pelaksanaan tugas masing-masing itu besar, baik itu pencegahan dan penindakan sekaligus edukasi kepada seluruh industri keuangan yang menjadi tugas pengawasan di OJK,” jelas Muliaman.

Dalam bidang penindakan, misalnya OJK memberikan tambahan untuk peningkatan kapasitas personil, penelitian dan pengembangan. “Terutama kerjasama kalau ada permintaan data, kalau diperlukan misalnya pemeriksaan dan kemudian data yang ada di OJK maka OJK akan membantu. OJK juga diminta kalau ada keperluan menceritakan aspek teknis di bidang keuangan sehingga kemudian kami akan bisa membantu untuk tenaga saksi-saksi ahli,” ungkap Muliaman.

Baca Juga:  Kembangkan Smart City, Pemko Medan dan Bandung Jalin Kerjasama

Sedangkan dalam bidang pencegahan, OJK dapat memberikan insentif kepada para bank yang melaksanakan aturan OJK. “OJK punya peran dengan memberikan insentif bagi bank yang berhasil meningkatkan efesiensi Misalnya, jika bank itu efisien dengan menurunkan tingkat suku bunga,” tegas Muliaman Hadad (rka.c/kn-m09)

Related posts