Arief Budi Santoso dan Lukdir Gultom Pimpin BI dan OJK di Sumut

Gubsu Erry Nuradi dan istri diabadikan dengan Kepala BI Sumatera Utara Arief Budi Santoso dan istri, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut dan istri.

KarakterNews.com – MEDAN – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara dijabat Arief Budi Santoso menggantikan Difi Ahmad Johansyah, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dijabat Lukdir Gultom menggantikan Ahmad Soekro Tratmono.

“Mutasi jabatan ini merupakan tuntutan organisasi. Karenanya, meskipun berat hati, hal ini harus diterima dengan ikhlas. Ini bagian dari konsekwensi pelaksanaan tugas. “Ada pertemuan, pasti ada perpisahan,” ucap Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi, pada malam pisah sambut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di Gubernuran Jalan Jendral Sudirman Medan, Sabtu (14/1/2017) malam, dihadiri Walikota Medan Dzulmi Eldin, mantan Gubsu Syamsul Arifin, pimpinan perbankan di Sumatera Utara.

Baca Juga:  Gubernur Sumut : Bupati/Walikota dan Camat Lakukan Percepatan Program PATEN

Kata Gubsu Erry Nuradi, alih tugas adalah hal yang biasa dan pasti terjadi dalam kehidupan organisasi pemerintah dimanapun. “Bagi organisasi yang dinamis, mutasi jabatan berjalan sesuai kebutuhan organisasi, karena memang merupakan bagian dari kehidupan organisasi dan bagian dari pola pembinaan karier,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumut membeberkan tentang laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara kumulatif sampai triwulan III 2016 sebesar 5,15 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama 2015 sebesar 5,02 persen. “Dengan tingkat inflasi selama tahun 2016 tergolong cukup tinggi sebesar 6,34 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan nasional hanya 3,02 persen,” ungkapnya.

“Hal ini menjadi salah satu agenda utama kita semua, khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara untuk mengendalikan kenaikan harga-harga,” kata Erry Nuradi.

Baca Juga:  Gubsu Erry Nuradi : 4 Nopember, Aksi Demo Damai Tak Anarkis

Untuk penduduk miskin, kata Gubsu, kondisi Sumut September 2016 sebanyak 1.452.550 orang (10,27 persen), berkurang sebanyak 55.590 orang, kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin September 2015 yang berjumlah 1.508.140 orang (10,79 persen). “Kedepannya, kami akan tingkatkan program penanggulangan kemiskinan dengan target persentase penduduk miskin mencapai satu digit,” paparnya.

Untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), menunjukkan kondisi yang sedikit membaik. Dimana TPT di Sumut Agustus 2016 sebesar 5,84 persen, mengalami penurunan sebesar 0,87 poin dibanding TPT Agusts 2015 sebesar 6,71 persen. “Kedepannya, kami akan terus menurunkan TPT di daerah ini dengan cara membuka lapangan pekerjaan dan memberikan kemudahan-kemudahan berusaha,” pungkasnya. (kn-m09)

Related posts