Anggota DPR Terima Laporan, Warga Sari Rejo Diinjak dan Ditodong Pistol

Anggota DPR RI menyaksikan kotak amal Mesjid, menjadi sasaran keganasan oknum TNI AU.
Anggota DPR RI menyaksikan kotak amal Mesjid, menjadi sasaran keganasan oknum TNI AU.

KarakterNews.com – Tiga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendengar langsung laporan dari warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, yang menjadi korban tindak kekerasan sejumlah oknum TNI AU.

Laporan ataupun pengaduan warga Sari Rejo ini, langsung didengar oleh tiga Anggota DPR RI dari Komisi II, masing-masing Ahmad Riza Patria, Arteria Dahlan dan Diah Pitaloka, yang disampaikan setelah melaksanakan upacara Kemerdekaan Indonesia ke 71, berlangsung di Lapangan Tembak, Sari Rejo, Rabu (17/8/2016) pagi.

Satu-persatu warga Sari Rejo menceritakan aksi brutal dan kekerasan yang dialami, ketika sejumlah oknum TNI AU melakukan sweeping ke rumah-rumah warga.

Diantaranya, Sukmawati, seorang warga lingkungan 4 Sari Rejo mengkisahkan, dirinya nyaris menjadi korban kekerasan oknum TNI AU. Saat itu, dirinya dituduh sebagai provokator karena berada di barisan paling depan warga. “Saya dituduh sebagai provokator, dan sempat mereka pukul pakai pentungan,” ungkap wanita parobaya ini.

Baca Juga:  OTT KPK di Medan, Empat Orang Dicokok Petugas Antirasuah

Disebutkannya, kekerasan itu dilakukan oleh beberapa prajurit TNI AU, sehingga warga yang sedang melakukan aksi unjukrasa berhamburan setelah barikade yang dibuat di Jalan SMAN 2, ditabrak truk Reo. “Tulisan di truk itu Yon Armed,” ujar seorang warga lainnya.

Sedangkan, Yogi warga Sari Rejo yang lain mengakui dirinya diculik saat berada di rumah tetangga, dibawa paksa oleh oknum TNI AU karena dituduh melempar anggota TNI AU saat hendak melakukan sweeping ke rumah warga. “Saya tidak ada melempar, tapi pasukan TNI itu tetap menyeret dan menginjak-injak saya. Saya dibawa ke pos dan disuruh tes urine, dan juga sempat diacungkan pistol ke kepala,” ucapnya.

Tindakan kekerasan juga dialami seorang anak perempuan di bawah umur, Yuni berusia 16 tahun, yang mengaku mendapat tindak kekerasan dari personil oknum TNI AU. “Saya diinjak-injak mereka,” ucapnya, sambil menitikkan air mata.

Baca Juga:  Walikota Berharap Pertemuan Warga Sari Rejo, TNI AU dan BAP DPD RI Temui Titik Terang

Selain aksi kekerasan dialami warga Sari Rejo, aksi brutal juga ditunjukkan personil oknum TNI. Anggota Komisi II DPR RI ini juga mendapatkan pengaduan, bahwa warung-warung milik warga ikut dirusak dan barang dagangan dijarah. “Para oknum prajurit itu masuk dan mengambil barang yang ada di dalam warung. “Rumah saya dirusak, rokok di kedai diambil semua,” ucap Saragih kepada Srikandi PDI Perjuangan Diah Pitaloka.

Setelah mendengar dan menyaksikan langsung pasca bentrok warga dengan oknum TNI AU, tiga Anggota DPR ini menegaskan, pihaknya di DPR RI akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sari Rejo. “Kita akan membela apa yang menjadi hak warga Sari Rejo,” tegas Ahmad Riza Patria.

“Kita sudah memanggil berbagai pihak, termasuk TNI AU, Kemenkeu, Pemko Medan, dan yang terpenting BPN,” kata Ahmad Riza Patria, sembari mengatakan, bahwa Kementerian Keuangan telah mengakui bahwa lahan di Sari Rejo ini dimasukkan dalam daftar kekayaan negara secara sepihak, tanpa pengecekan ke lapangan terlebih dahulu, apalagi pengukuran.

Baca Juga:  KPK Buru Kasus Suap Anggota DPR, Dari Jakarta Hingga Tebing Tinggi

Seusai berdialog dengan warga Sari Rejo, tiga Wakil Rakyat dari Gedung Senayan ini meninjau lahan yang menjadi alasan unjukrasa warga, Senin (15/8/2016) lalu, yang akan dibangun Rusunawa, dan juga menyaksikan rumah warga yang dirusak, dan meninjau dua masjid yang rekaman CCTV-nya telah menunjukkan adanya tindak kekerasan dilakukan personel oknum TNI, yang kemudian rekaman CCTV diminta oleh tiga Anggota DPR RI untuk sebagai bahan di Gedung Senayan. (kn-m07)

Related posts