Anatomi Kebobrokan Sistem Pemilu Berimbas Rendahnya Partisipasi Pemilih

Koordinator Umum 'nBASIS, Shohibul Anshor Siregar (kanan) dan Peneliti LIPDem Henry Sitorus (tengah), saat berbicara pada diskusi mengenai rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada Medan 2015.
Koordinator Umum ‘nBASIS, Shohibul Anshor Siregar (kanan) dan Peneliti LIPDem Henry Sitorus (tengah), saat berbicara pada diskusi mengenai rendahnya partisipasi pemilih pada Pilkada Medan 2015.

Karakternews.com – Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (‘nBASIS), Shohibul Anshor Siregar menegaskan, anatomi kebobrokan dalam sistem pemilihan umum (Pemilu) atau pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia sudah berimbas pada rendahnya partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2015, terutama yang terjadi pada Pilkada Kota Medan.

Persoalannya mencakup wilayah hulu, tengah hingga hilir, dimana negara bersama partai politik dan penyelenggara ikut andil, bahkan sebagian rakyat malah ikut berkecimpung di dalamnya,” kata Shohibul Anshor Siregar, saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Analisis Klausalitas Rendahnya Tingkat Partisipasi Pemilih dalam Pilkada Kota Medan 2015, diselenggarakan RE Foundation dan Lembaga Investigasi Pemilu dan Demokrasi (LIPDem), di Rumah W Cofe & Resto Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Rabu (23/3/2016).

Kata Shohibul memaparkan, di hulu ada masalah-masalah penerapan hukum yang lemah terhadap pelaku money politic dan pelanggaran-pelanggaran lain. Ditambah lagi, soal data penduduk tidak jelas, apalagi data pemilih tetap (DPT).

Selain itu, ada juga persoalan di tengah, rekrutmen penyelenggara pemilihan, money politic, intimidasi dan mobilisasi massa. Sementara di hilir ada kasus-kasus penggelembungan suara, penggembosan, penyalahgunaan data C6, A5 serta manipulasi form C1,” papar Pengamat masalah sosial politik ini, seraya mengemukakan, Pemilu atau Pilkada pada prinsipnya harus fokus pada bagaimana membuat nilai-nilai demokrasi, yang menjadi substansi dari pemilihan itu sendiri.

Sebelumnya, Peneliti LIPDem Henry Sitorus menjelaskan, survey yang dilakukan LIPDem ini mengarahkan responden menjawab pertanyaaan-pertanyaan mengenai bentuk, metode serta saluran komunikasi dan pendidikan politik yang diaplikasikan pada Pilkada Medan 2015. Kemudian tanggapan pemilih terhadap proses penyelenggaraan, serta faktor-faktor yang menyebabkan kehadiran dan ketidakhadiran pemilih.

Pendiri RE Foundation, RE Nainggolan foto bersama dengan nara sumber dari Peneliti LIPDem Henry Sitorus dan Koordinator Umum 'nBASIS, Shohibul Anshor Siregar beserta peserta, usai melakukan diskusi.
Pendiri RE Foundation, RE Nainggolan foto bersama dengan nara sumber dari Peneliti LIPDem Henry Sitorus dan Koordinator Umum ‘nBASIS, Shohibul Anshor Siregar beserta peserta, usai melakukan diskusi.

Henry Sitorus merumuskan, rendahnya partisipasi warga Kota Medan memilih pada Pilkada 9 Desember 2015, karena berbagai faktor, diantaranya soal ketertarikan warga terhadap pasangan calon. Kondisi ini memang menimbulkan keprihatinan, tapi harus dihadapi sebagai realita dan menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak yang berkepentingan terutama negara dan penyelenggara,” ungkap Akademisi FISIP USU ini.

Berdasarkan hasil survey, Henry Sitorus menyebutkan bahwa LIPDem menyimpulkan masyarakat condong membutuhkan figur problem solver, yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat. “Mungkin ini yang belum didapat dari figur yang maju pada Pilkada lalu, sehingga kebanyakan warga Kota Medan enggan memilih,” ujarnya.

Sedangkan Pendiri RE Foundation, RE Nainggolan menyatakan, pihaknya sengaja melakukan survey ini sehabis Pilkada bahkan sehabis pelantikan Walikota/Wakil Walikota Medan, hal ini dilakukan RE Foundation agar tidak dianggap ikut memberi pengaruh dalam proses pemilihan serta pelantikan Walikota terpilih.

“Dengan hasil survey dan kajian ini, semoga bisa memberikan tambahan data agar bisa dijadikan referensi bagi penyelenggara pemilihan untuk perbaikan-perbaikan ke depan,” harap RE Nainggolan, seraya meminta Walikota dan Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin – Akhyar jangan mengabaikan kepercayaan warganya, berbuatlah bagi warganya, sehingga Medan benar-benar menjadi Rumah Kita. (kn-09)

Related posts