Ada 8.519 Wakaf di Sumut Belum Bersertifikat

wakaf2_resizeKarakterNews.com – Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Plt Gubsu) H Tengku Erry Nuradi meminta para nazhir wakaf di Sumatera Utara segera mengurus sertifikasi aset wakaf yang belum bersertifikat. Pasalnya, saat ini, jumlah nazhir wakaf di Sumut mencapai 16.280 orang yang mengelola aset tanah/bangunan wakaf. Namun 7.761 wakaf sudah bersertifikat dan 8.519 belum bersertifikat.

“Sertifikat wakaf itu bertujuan agar aset wakaf dapat bersifat produktif dan bermanfaat secara maksimal bagi umat dan tetap terjaga kebutuhannya,” kata Erry Nuradi, saat menerima Ketua Himpunan Nazhir Wakaf Indonesia Sumut H Taufiqurrahman di Kantor Gubsu, Senin (25/4/2016).

Himpunan Nazhir Wakaf diharapkan ikut mendorong pemanfaatan wakaf agar lebih produktif dan bermanfaat bagi umat. Sertifikasi seluruh wakaf di Sumut perlu terus dikejar agar wakaf tetap utuh dan bermanfaat.

Posisi Himpunan Nazhir Wakaf sangat strategis menggerakkan dan mendorong pemanfaatan wakaf agar bisa bermanfaat seluas-luasnya bagi kesejahteraan umat. “Wakaf idealnya menjadi aset produktif yang sangat bermanfaat bagi pembangunan umat. Dibutuhkan pengelolaan yang profesional agar benda wakaf dan manfaatnya tetap utuh dan terpelihara, sehingga secara terus menerus dirasakan langsung oleh masyarakat penerima manfaat wakaf,” ungkap Erry didampingi Plt Kadis Kessos Asren Nasution. Pemprov Sumut mendukung program Himpunan Nazhir Wakaf meningkatkan kualitas SDM Nazhir Wakaf.

Taufiqurrahman mengatakan, salah satu penyebab banyak tanah wakaf belum bersertifikat karena ketidaktahuan para nazhir. Padahal Kementerian Agama sudah menyediakan anggaran pengurusan sertifikat untuk tanah wakaf. Tapi banyak nazhir yang belum mengurus. Persoalannya pada kemampuan SDM para nazhir.

Untuk itu, pihaknya berupaya meningkatkan wawasan Nazhir Wakaf sehingga profesional, ujar Taufiqurrahman seraya mengungkapkan kekhawatirannya ada keinginan pewakaf menarik kembali asetnya karena nilai ekonomi.(kn-m09)

Related posts