December 17, 2017

5,9 Juta Warga Indonesia Buta Huruf, Gubsu Ingatkan Bupati dan Walikota Alokasikan Dana APBD

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi, pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-51.
Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi, saat akan melepas balon pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-51.

KarakterNews.com – Pemberantasan buta aksara terus diupayakan oleh Pemerintah, buktinya sudah lebih dari 51 tahun dilaksanakan, tapi pada kenyataannya masalah buta aksara terus ada, walaupun sudah terjadi penurunan yang sangat signifikan.

“Dari data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, saat ini masih terdapat  5,9 juta warga Indonesia berstatus buta huruf. Jumlah ini mengalami penurunan, bila dibandingkan dengan jumlah total warga buta huruf pada tahun 2005 yang mencapai 14,89 juta orang,” ungkap Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi, pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-51 tingkat Provinsi Sumatera Utara di lapangan Indrasakti, Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Minggu (11/12/2016), dihadiri Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, Walikota Tanjung Balai M Syahrial, Wakil Gubsu terpilih Nurhazijah Marpaung, Dandim 0208/AS Letkol Arm Suhono, Plt Kadis Pendidikan Provsu Arsyad Lubis, para tokoh masyarakat, guru dan pelajar.

Baca Juga:  Rayakan HUT UNPRI 15 Tahun, Gubsu Erry Nuradi Jadi Dosen Kehormatan

Kata Gubsu Erry Nuradi, sejalan dengan semangat nawacita rencana kerja kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), maka target pelaksanaan pemberantasan buta aksara menjadi suatu pekerjaan yang cukup berat bagi kita dalam program pemberantasan buta aksara.

Karena itu, kepada para Bupati/Walikota di ingatkan kembali agar mengalokasikan dana APBD untuk kegiatan pemberantasan buta aksara atau program pendidikan non-formal dan informal lainnya di daerah masing-masing sehingga target itu dapat dicapai.

Hal ini sejalan dengan nota kesepakatan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dengan pemerintah kabupaten/kota  se Sumut tahun 2004 yang lalu tentang bantuan dana APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota  untuk penyelenggaraan program pemberantasan buta aksara atau pendidikan non-formal dan informal di Provinsi Sumatera Utara,” ujar Erry Nuradi.

Baca Juga:  HKBP Miliki 30 Distrik di Indonesia, Untuk Sumut Ada17 Distrik

Peringatan Hari Aksara Internasional ini memiliki arti penting. Karena aksara merupakan perwujudan salah satu amanat yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski mengalami penurunan, pemberantasan buta huruf masih mengalami sejumlah kendala. Faktor kemiskinan, lokasi yang tak terjangkau (pelosok), dan kurangnya motivasi belajar merupakan beberapa contoh faktor yang menjadi kendala masyarakat belajar membaca. (kn-m08)

Related posts