47 Orang Menunggu Eksekusi Mati

Ilustrasi eksekusi mati.

KarakterNews.com – JAKARTA – Sepanjang Tahun 2017, sebanyak 47 orang sudah dijatuhi vonis hukuman mati oleh Pengadilan di Indonesia. Hal ini tercatat oleh Amnesty International Indonesia.

“Jumlah ini menurun dibanding Tahun 2016, yang berjumlah 60 terpidana,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid di Kantor Amnesty International Indonesia, Kamis (12/4/2018) di Jakarta.

Dikemukakan Usman, angka hukuman mati itu ketika memaparkan hasil laporan global Amnesty International, yang mencatat pada Tahun 2017, 33 hukuman mati diterapkan untuk kasus narkoba dan 14 untuk kasus pembunuhan. Sepuluh diantaranya dikenakan pada warga negara asing. “Kondisi ini berarti, hingga akhir Tahun 2017, terdapat total 262 orang dipidana menunggu waktu eksekusi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kepala BNN : Kejagung Segera Eksekusi Mati 151 BD Narkoba

Dari Laporan Amnesty International Indonesia menyebutkan, pada Tahun 2016 terdapat 14 orang yang diharuskan menjalani hukuman mati, tapi Kejaksaan Agung hanya mengeksekusi empat orang dari 14 orang terpidana mati.

Ke-empat terpidana mati yang dieksekusi pada Tahun 2016, terdiri dari seorang warga negara Indonesia dan tiga warga negara asing, masing-masing Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria), Seck Osmane (Senegal), Freddy Budiman (Indonesia) dan Michael Titus Igweh (Nigeria).

Sedangkan 10 terpidana mati yang eksekusinya ditunda terdiri atas Merri Utami (Indonesia), Zulfiqar Ali (Pakistan), Gurdip Singh (India), Onkonkwo Nonso Kingsley (Nigeria), Obina Nwajagu (Nigeria), Ozias Sibanda (Zimbabwe), Federik Luttar (Zimbabwe), Eugene Ape (Nigeria), Pujo Lestari (Indonesia), dan Agus Hadi (Indonesia).

Baca Juga:  Kesiapan Eksekusi Mati Jilid Tiga 55 Persen, Satu Terpidana Mati Asal Lapas Tj Gusta

Kemudian pada Tahun 2017, Indonesia tidak memberlakukan eksekusi mati, setelah memutuskan untuk menunda eksekusi 10 orang terpidana mati tersebut. (at.c/kn-m10)

Related posts