November 21, 2017

28 Agustus, 99 Anggota Panwaslu di Kabupaten/Kota se Sumatera Utara Dilantik

Ketua Bawaslu Sumut, Safrida R Rasahan dan Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea serta Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw menyaksikan Gubernur Sumut, Erry Nuradi menandatangani NPHD Pilkada 2018. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Sebanyak 99 orang Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018 di Provinsi Sumatera Utara, segera dilantik, pada Senin 28 Agustus 2017 di Garuda Plaza Hotel.

“Pelantikan 99 Anggota Panwaslu di 33 Kabupaten/Kota se Sumatera Utara ini, dijadwalkan Senin depan, sudah dilantik,” kata Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan, kepada wartawan, Selasa (22/8/2017) ketika ditemui di Kantor Bawaslu Sumut Jalan Sei Bahorok, Medan.

Dikatakan Safrida Rasahan, seusai dilantik, seluruh Anggota Panwaslu se Sumut akan mendapat pembekalan dari Bawaslu Sumut. Materi pembekalan yang dipersiapkan mengenai dasar-dasar pengawasan, penguatan organisasi dan teknis kerja pengawasan. “Dasar sasar pengawasan merupakan tugas pokok, fungsi dan kewenangan Panwaslu. Penguatan organisasi meliputi soliditas dan kerjasama, integritas, netralitas, tanggungjawab dan komitmen kerja penuh waktu sebagaimana sumpah/janji yang diucapkan saat pelantikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Seleksi Zona I Di UISU, Diikuti 334 Calon Anggota Panwaslu, 22 Orang Tak Hadir dan 19 Juli Pengumuman

Selain itu, dikemukakan Safrida, Anggota Panwaslu juga akan dibekali teknis kerja yang meliputi pengawasan tahapan, teknik pelaporan hasil pengawasan, koordinasi internal dan eksternal.

“Pembekalan dilakukan sebagai persiapan Anggota Panwaslu melaksanakan tugas pengawasan. Panwaslu yang dilantik tidak hanya mengawasi tahapan pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) Tahun 2018, tapi juga akan turut mengawasi tahapan pemilihan umum (Pemilu). Selain itu, ada delapan daerah yang mengawasi tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati/walikota dan wakil walikota di daerah masing-masing.

Selain mengawasi tahapan, Anggota Panwaslu dituntut meningkatkan partisipasi masyarakat agar turut mengawasi tahapan pemilihan dan menggunakan hak memilihnya pada hari pemungutan suara. “Partisipasi masyarakat sangat penting mengingat personel pengawas yang sangat terbatas dibandingkan wilayah dan jumlah penduduk/pemilih. Sebagaimana slogan Bawaslu RI, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, pungkas Safrida Rasahan. (rel/kn-m10)

Related posts