22 Saksi Diperiksa di Mako Brimob, Sutrisno Ditanya Interpelasi, Sulaiman : Main-Main Saja

Kepala Biro Hukum Pemprov Sumut, Sulaiman Hasibuan saat diwawancarai wartawan, seusai diperiksa Penyidik KPK di Markas Komando Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, baru-baru ini.

KarakterNews.com – MEDAN – Pemeriksaan lanjutan kasus yang menjerat mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjonugroho dan sejumlah Anggota DPRD Sumut terus bergulir. Kali ini, giliran 22 orang Anggota DPRD Sumut dan pejabat di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, diperiksa sebagai saksi oleh Tim Penyidik KPK di Markas Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan.

Ketika ditemui awak media setelah diperiksa, Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, yang ikut diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK, Senin(16/4/2018) di Mako Brimob Polda Sumut, mengakui dirinya dicecar pertanyaan soal Interpelasi Jilid III dan mengenai dugaan suap dalam Pansus PAD.

“Saya dipanggil sebagai saksi atas 38 tersangka, khususnya 10 orang teman kita di DPRD Sumut saat ini. Disurat panggilannya pun disebut sebagai saksi,” ujar Sutrisno, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan.

Baca Juga:  Tengku Erry Nuradi Diperiksa KPK, Saksi Bagi 7 Tersangka Anggota DPRD Sumut

Ditegaskan Sutrisno, kepada penyidik KPK dijelaskan bahwa dirinya merupakan salah seorang penggagas interpelasi kepada mantan Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho jilid III. Selain itu, juga merupakan bagian dari Anggota Pansus PAD. “Sepanjang catatan mereka, ada penerimaan bukan hak disarankan untuk dikembalikan. Nah khususnya Pansus PAD, ada penerimaan sudah kita nyatakan sebelumnya ada penerimaan yang bukan hak kita dan sudah kita kembalikan kepada pemberinya,” sebut mantan aktivis mahasiswa ini.

Sutrisno menjelaskan, penerimaan itu terjadi seusai rapat yang digelar Pansus PAD DPRD Sumut pada Mei 2016 di Parapat, Simalungun. “Setelah rapat itu, stafnya menyerahkan sejumlah uang transport,” ungkapnya

“Kondisi itu waktu sudah di kantor, staf saya memberikan uang besarannya 10 juta rupiah. Karena itu bukan hak kita, yah kita kembalikan pada yang memberikan 2 atau 3 hari kemudian,” tuturnya.

Baca Juga:  Usai Diperiksa di Mako Brimob, Eks Anggota DPRD Sumut Keluar Dari Pintu Belakang

Sedangkan masalah interpelasi jilid III, Sutrisno mengaku dicecar soal dugaan menerima uang. Dugaan ini terjadi lantaran interpelasi itu gagal digulirkan sehingga ada dugaan uang mengalir kepada dirinya. “Kalau interpelasi saya dianggap menerima, karena distributor uang itu menyebutkan nama saya. Makanya saya bilang saya tidak bisa mengakui yang saya tidak perbuat. Saya berani dihadapkan dengan orang yang menyebut nama saya itu,” pungkasnya.

Dari pantauan awak media, selain Sutrisno Pangaribuan, juga terlihat mendatangi Markas Brimob, Sulaiman Hasibuan selaku pejabat di Pemprov Sumut. Sewaktu ditanya wartawan, Kabag Hukum Pemprov Sumut ini mengatakan, dirinya hanya main-main saja. “Saya hanya main-main saja kemari,” ujarnya, sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Baca Juga:  Tragedi 40 Jam Rutan Salemba Mako Brimob 'Dikuasai' Napi Teroris, Ini Kisahnya

Sementara Anggota DPRD Sumut yang ikut dipanggil sebagai saksi dari 22 orang, juga terlihat Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat, dan Anggota Fraksi Golkar.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, pada hari Senin (16/4/2018), ada 22 orang Anggota DPRD Sumut dan pejabat Pemprov Sumut diperiksa untuk 38 tersangka baru dalam kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pudjonugroho. (kn-m09)

Related posts