15 Januari, Wapres Letakkan Batu Pertama Proyek Masjid Agung Rp 450 Miliar

mesjidagung_resizeKarakternews.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Jalan Diponegoro, Medan pada 15 Januari 2016. Selain dihadiri Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Masjid Seluruh Indonesia, juga akan hadir pejabat dari Saudi Arabia memenuhi undangan dari BKM Masjid Agung.

Dalam waktu dekat ini, Masjid Agung yang merupakan kebanggaan masyarakat Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara yang posisinya terletak diinti Kota Medan adalah Masjid tertua yang berdiri sejak tahun 1963 lalu, akan semakin berdiri kokoh masjid dengan rencana pembangunan mencapai 4 lantai.

Selama ini banyak kita dengar dari orang, bahwa Masjid Agung ini tidak se-Agung namanya. Apalagi, perkembangan Masjid ini tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan zaman. Misalnya, masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid Agung ini kondisinya masih jauh dari kemegahan masjid Istiqlal,” kata seorang panitia pembangunan Masjid Agung, Abdul Hakim Siagian, yang ditemui karakternews.com, seusai salat Zuhur di Masjid Agung, belum lama ini.

Baca Juga:  Dua Solusi Selesaikan Konflik Palestina, Dialog dan Perang

Kata Abdul Hakim Siagian, sepanjang perjalanan waktu perkembangan Masjid ini masih perlu diperluas lagi. “Sudah hampir 50-an tahun lebih Masjid ini tidak ada perkembangan. Sementara, kondisi umat Islam dalam dekade terakhir ini sudah mengalami perbaikan. Tingkat masyarakat untuk Salat ke Masjid semakin banyak dibandingkan agama yang lain,” ujarnya, didampingi panitia lainnya.

Kondisi ini, menurut Abdul Hakim, bila dibandingkan dengan sarana ibadah agama lain yang ada di Medan, sarana dan prasarana tempat peribadatan mereka sudah cukup megah dan maju pesat dibanding Masjid Agung. “Masjid Agung ini diibaratkan tidak ada kemajuan. Dari tahun ke tahun begitu-begitu saja perkembangannya, tidak hanya menyangkut pembangunan pyisik tapi juga aktivitasnya sudah mulai banyak. Karena itu, kami sebagai para pengurus masjid menggagas untuk merenovasi Masjid Agung ini agar kelihatan lebih besar dan megah,” ucapnya.

Baca Juga:  Habib Muhammad Rizieq Shihab Lubis dan Istrinya Ber-Marga Nasution

“Insya Allah, semoga rencana dan gagasan para pengurus BKM Masjid Agung ini didukung oleh komponen masyarakat dari berbagai kalangan sehingga terbentuklah kepanitiaan yang didaulat Ketua Panitianya Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi, dan Pembangunan masjid Agung ini juga dipercayakan oleh tenaga-tenaga ahli yang berpengalamana. Taksiran biaya untuk pembangunan masjid Agung ini, sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Masjid Agung membutuhkan biaya Rp 450 Miliar,” ungkap Abdul Hakim.

Masjid Agung direncanakan akan dibangun 4 lantai dengan ketinggian menara mencapai 200 meter. “Kita harapkan menara mesjid bisa menjadi ikon Kota Medan dan kalau bisa menaranya lebih tinggi dari Monas. Harapan dan target kita Masjid ini akan dibangun sekitar 25 bulan. “Kita berharap dukungan seluruh masyarakat dengan bantuan materi dana dan doa. Panitia membuka penerimaan bantuan secara langsung mau pun melalui rekening Bank Sumut Syariah cabang Multatuli dengan Nomor rekening ; 61103010016789..

Baca Juga:  Tahun 2016, BI Didorong Turunkan Suku Bunga Acuan

Saat ini, kata Hakim, panitia sudah menerima bantuan dari masyarakat dan pihak-pihak terkait sebesar Rp 70 Miliar. Bantuan yang diterima selain rupiah juga ada Ringgit, Dolar hingga Riyal. “Kami juga berharap ada pengawasan dari masyarakat agar pembangunan Masjid Agung ini bisa terlaksana dengan baik. Masjid adalah sarana untuk tempat membangun jiwa sebagai bentuk wujud dasar dari sila pertama dari Pancasila yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa”,” sebut Hakim didampingi Wakil Ketua Umum Panita Pembangunan Masjid Agung, Dodi Musa.(safinaz arifin)

Related posts